Nalar Media - Share
Oil Palm Research Station Topaz (OPRS-Topaz) milik Asian Agri, telah dikenal sebagai produsen benih sawit terbaik melalui varietas Topaz. Saat ini, ada 4 varietas benih Topaz yang cocok digunakan sesuai kebutuhan perusahaan dan petani sawit; Topaz 1, Topaz 2, Topaz 3 & Topaz GT.
Varietas sawit Topaz mampu menghasilkan hingga 38 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun dengan potensi crude palm oil (CPO) mencapai 10 ton per hektare. Kemampuan ini dijelaskan dalam Workshop Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Pekan Benih 2026 di Palembang pada Februari lalu, yang menyoroti pentingnya penggunaan benih bersertifikat untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat secara signifikan.
Baca juga: IAS-VISTA R: Satu Perangkat, Laboratorium Profesional
Head of Planting Material Asian Agri, Yopy Dedywiryanto, menegaskan bahwa pengembangan varietas Topaz adalah bagian dari visi perusahaan untuk mewujudkan perkebunan sawit berkelanjutan dan dapat memberi nilai tambah bagi berbagai pihak.
“Topaz lahir dari visi perusahaan untuk menjadi perkebunan sawit terbesar dengan pengelolaan terbaik dan berkelanjutan. Kami ingin berkontribusi untuk komunitas, negara, iklim, pelanggan, dan pada akhirnya perusahaan. Semangatnya bukan menempatkan perusahaan di depan, tetapi memastikan nilai tambah diberikan ke luar perusahaan, yang pada akhirnya akan kembali kepada perusahaan,” ujarnya.
Baca juga: Permintaan Meningkat, Milwaukee Tool Garap Pasar Perkakas Industri Sawit
Ia mengibaratkan pentingnya benih unggul seperti perbandingan sapi lokal dan sapi ras unggul. Menurutnya, praktik budidaya yang baik harus ditopang bahan tanam berkualitas agar menghasilkan produktivitas optimal.
“Sebagus apa pun perawatan sapi Jawa, bobotnya tidak akan menyamai sapi limousin. Begitu juga di sawit, praktik budidaya harus didukung bahan tanam terbaik agar produktivitas mencapai titik tertinggi,” jelasnya.
Baca juga: Flexibag Kian Dilirik Industri Sawit, PT Flexi Solutions Indonesia Bidik Efisiensi Logistik
Asian Agri mendirikan fasilitas riset dan pengembangan (R&D) di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada 1989, sekitar satu dekade setelah membuka kebun perdana pada 1979. Perusahaan kemudian melakukan seleksi indukan dura dan pisifera yang terbaik yang ada di Kosta Rika, untuk memperoleh kombinasi genetik unggul.
1 2 3
Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email Telegram
Previous Article Kisah Sukses Koperasi LISA, Ikut PSR Produksi Melesat
Next Article PalmCo Bersiap Ground Breaking Fasilitas Pengolahan Sawit Terpadu di Sei Mangkei
Berita Terkait
IAS-VISTA R: Satu Perangkat, Laboratorium Profesional
Profil Produk
Flexibag Kian Dilirik Industri Sawit, PT Flexi Solutions Indonesia Bidik Efisiensi Logistik
Profil Produk
Permintaan Meningkat, Milwaukee Tool Garap Pasar Perkakas Industri Sawit
Profil Produk
Dari Kalsium Karbonat hingga Zeolit, Niraku Jaya Abadi Bidik Kebutuhan Industri Sawit
Profil Produk
Multicrane Perkasa Pasarkan Alat Berat Jalan Perkebunan Berteknologi Eropa
Profil Produk
Efisiensi dan Minim Dampak Lingkungan, Traktor Mini Kian Diminati di Perkebunan Sawit
Profil Produk
Awas Pelepah Sengkleh! Ancaman Senyap di Balik Panen Raya Sawit
Profil Produk
Memahami Cara Kerja IAS-PAT L1M untuk Monitoring Kualitas Minyak Sawit
Profil Produk
Mitra Sukses Agrindo Tawarkan Solusi Hayati Kendalikan Ganoderma
Profil Produk
Comments are closed.