Nalar Media - Seorang remaja berinisial ETH (17) di Kabupaten Magelang mengalami luka parah setelah meminta rekannya untuk membacok tubuhnya sebagai bagian dari pengujian 'ilmu kebal' yang diyakininya. Tindakan ini berujung pada insiden yang mengejutkan keluarga dan aparat kepolisian.
Pada Senin (22/6) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB, ETH pulang ke rumah dalam keadaan terluka parah dan bersimbah darah. Ia mengklaim kepada orang tuanya bahwa ia telah diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal saat berkendara bersama tiga temannya. Pengakuan ini memicu kepanikan di lingkungan sekitarnya, mengingat isu keamanan jalanan yang sering menjadi perhatian.
Orang tua ETH segera membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dukun. Tim kepolisian dari Satreskrim Polresta Magelang, dipimpin oleh Wakasat Reskrim AKP Toyib Riyanto, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan kejanggalan dalam pengakuan korban. Hasil penyelidikan menunjukkan tidak adanya bukti serangan dari orang tak dikenal dan mengarah pada kebohongan yang disampaikan ETH untuk menutupi tindakan berbahayanya.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa sebelum insiden, ETH dan tiga temannya telah mengonsumsi minuman keras. Di bawah pengaruh alkohol, ETH mempercayai bahwa ia memiliki ilmu kebal setelah mengunjungi seorang 'ahli spiritual'. Tantangan untuk dibacok, yang diajukan oleh ETH, mengakibatkan luka serius di tubuhnya. Saat ini, ETH menjalani perawatan medis intensif dan menghadapi kemungkinan cacat permanen akibat luka yang dideritanya. Kasus ini menjadi peringatan akan bahaya kombinasi alkohol dan kepercayaan pada hal-hal mistis.