TPID Kota Tual Siapkan Strategi Tekan Inflasi Hingga 3,5 Persen
Barang dagangan salah satu pedagang di Pasar Tual. Dok/malukupost.com
Guna menurunkan angka inflasi 7,9, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menekan laju inflasi.
Tual, suaradamai.com – Angka inflasi di Kota Tual, Provinsi Maluku, melejit hingga mencapai 7,9 persen. Tertinggi diantara 11 Kabupaten/Kota di Maluku.
Guna menurunkan angka tersebut, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menekan laju inflasi.
Anggota TPID Kota Tual yang juga menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Darnawati Amir, mengatakan pihaknya terus melakukan upaya agar Tual tidak lagi mengalami inflasi yang tinggi.
“Sesuai instruksi pimpinan daerah, kita harus segera menurunkan angka 7,9 persen agar dapat berada di 3,5 persen, beberapa langkah strategis segera kita lakukan,” ungkapnya, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, salah satu strategi adalah subsidi komoditi pangan baik di dalam pasar maupun di luar pasar.
“Di dalam pasar yang telah dilakukan Disperindag yakni menjual langsung di kios bajual murah, jadi konsepnya subsidi pedagang, jadi mereka tidak merasa tersaingi,” bebernya.
Komoditi yang menjadi sasaran subsidi harga yakni cabai, ikan, gula, pasir, minyak goreng, kunyit, tomat, dan beras.
“Selain itu ada gerakan pangan murah di luar pasar, yang dilakukan tiap hari Rabu, di tahun 2023 Dinas Ketapang melakukan sebanyak 30 kali dan tahun ini juga akan berlanjut. Kita berharap juga ada bantuan dari BUMN yang mendapat proyek strategis Nasional agar CSR dalam bentuk uang untuk membantu menurunkan inflasi,” ujarnya.
Upaya lain yang dilakukan adalah, menyelesaikan persoalan inflasi terhadap ikan, month to month ke year on year. Ikan memberikan dampak bahkan ada 11 jenis ikan yang memberi andil inflasi.
“Ada ikan, baronang, momar, layang dan lainnya, ini juga sudah kita sampaikan ke provinsi agar ada dukungan intens dari Pemprov ke daerah, termasuk ke unit pengelolaan ikan (UPI). Kan lucu Kota Tual dikelilingi tiga WPP 715, 714, 718 masuk wilayah pengelola perikanan, namun kita inflasi ikan,” jelasnya.
Darnawati menegaskan, keluhan ini telah disampaikan kepada Pj




