Nalar Media - Ringkasan Berita:
Dinkes Kota Banda Aceh melalui Tim Public Safety Center (PSC) 119 menangani 25 atlet yang mengalami cedera dan gangguan kesehatan selama pelaksanaan Taekwondo Aceh Students Championship 2026 di GOR KONI Aceh.
Kejuaraan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026, dengan melibatkan atlet taekwondo dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Tim PSC 119 diterjunkan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan kesiapsiagaan kegawatdaruratan medis selama pertandingan.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh melalui Tim Public Safety Center (PSC) 119 menangani 25 atlet yang mengalami cedera dan gangguan kesehatan selama pelaksanaan Taekwondo Aceh Students Championship 2026 di GOR KONI Aceh. Kejuaraan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026, dengan melibatkan atlet taekwondo dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi SSTP MSi mengatakan, Tim PSC 119 diterjunkan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan kesiapsiagaan kegawatdaruratan medis selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, pelayanan kesehatan menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga, khususnya cabang olahraga bela diri yang memiliki risiko cedera cukup tinggi. “Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui PSC 119 selalu siap memberikan pelayanan kegawatdaruratan medis secara cepat dan profesional guna menjamin keselamatan atlet selama bertanding," ujar Wahyudi dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Ia menambahkan, keberadaan Tim PSC 119 di lokasi pertandingan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada atlet, panitia, maupun official sehingga kompetisi berlangsung dengan lancar dan tertib. Selama kegiatan berlangsung, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menyiagakan satu unit ambulans PSC 119 dengan enam shift pelayanan yang didukung 18 tenaga kesehatan.
Tim tersebut dipimpin Koordinator PSC 119 dr Anggre Paramitha Putri MKM SpKKLP dengan Koordinator Lapangan Muhammad Khalil Amd.Kep, didampingi pengemudi ambulans Muhammad Nazar serta tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Kuta Alam, UPTD Puskesmas Kopelma Darussalam, dan UPTD Puskesmas Meuraxa.
Selama memberikan pelayanan di arena pertandingan, Tim PSC 119 menangani 25 pasien dengan berbagai jenis cedera dan keluhan kesehatan. Dari jumlah tersebut, satu atlet harus dirujuk ke Rumah Sakit Kesdam setelah mengalami cedera leher akibat terkena tendangan lawan saat pertandingan. Sementara atlet lainnya mendapatkan penanganan medis di lokasi karena mengalami cedera ringan seperti mimisan, dislokasi, sesak napas, serta cedera pada tangan dan kaki.