SMK Muhammadiyah 4 Surakarta Gelar Seminar Parenting untuk Penguatan Kolaborasi dengan Orang Tua
Surakarta – Penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga kembali ditegaskan dalam kegiatan seminar parenting yang digelar SMK Muhammadiyah 4 Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan wali murid itu, Musyarofah, S.Si., M.Farm., apt., Kepala sekolah SMK 4 Muhamadiyah Surakarta menekankan bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Menurutnya, keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga oleh fondasi karakter yang dibangun di lingkungan keluarga.
“Sekolah dan orang tua tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pendidikan adalah kerja bersama. Jika komunikasi terjalin baik, insyaallah anak-anak kita tumbuh bukan hanya cerdas, tetapi juga berakhlak,” ujar Musyarofah dalam sambutannya.
Tantangan Era Digital
Dalam pemaparannya, seminar parenting tersebut mengangkat isu pengasuhan di era digital. Orang tua diajak memahami perubahan perilaku generasi muda yang hidup di tengah arus informasi cepat, media sosial, serta tekanan pergaulan yang kian kompleks.
Pihak sekolah menilai, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar capaian nilai, melainkan bagaimana membentuk kontrol diri, etika digital, serta ketahanan mental siswa. Orang tua diharapkan mampu menjadi pendamping, bukan sekadar pengawas.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah wali murid menyampaikan keresahan mereka terkait penggunaan gawai berlebihan hingga perubahan pola komunikasi anak di rumah. Narasumber kemudian menekankan pentingnya pendekatan dialogis dan keteladanan sebagai metode pengasuhan yang efektif.
Pendidikan Holistik Berbasis Kolaborasi
Sebagai sekolah vokasi, SMK Muhammadiyah 4 Surakarta selama ini dikenal menekankan keseimbangan antara kompetensi keahlian dan pembinaan karakter. Melalui forum parenting, sekolah ingin memastikan nilai-nilai tersebut juga diperkuat di lingkungan keluarga.
Musyarofah menjelaskan bahwa program parenting bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun budaya pendidikan yang selaras.
“Kami ingin membangun ekosistem. Anak-anak berada di sekolah hanya beberapa jam. Selebihnya mereka bersama keluarga. Karena itu, kesamaan visi sangat penting,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, komunikasi dua arah antara guru dan wali murid akan terus diperkuat, baik melalui pertemuan rutin maupun kanal digital resmi sekolah.
Antusiasme dan Harapan
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab. Banyak orang tua menyambut positif kegiatan ini karena dinilai memberi perspektif baru tentang pola asuh yang adaptif namun tetap berlandaskan nilai moral dan keagamaan.
Kegiatan parenting tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan peran keluarga dalam pendidikan vokasi. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, sekolah meyakini bahwa karakter, etos kerja, dan integritas merupakan bekal utama selain keterampilan teknis.
Dengan semangat kolaborasi, SMK Muhammadiyah 4 Surakarta berupaya menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses membangun generasi yang tangguh, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.




