Siswa Al Bayan Pelajari Teknologi Sub Kultur Jaringan Anggrek di BRIN
Tangerang Selatan – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan teknologi Sub Kultur Jaringan khususnya untuk tanaman anggrek kepada siswa SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer di Laboratorium Bioproses Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie Serpong, Senin (12/01).
Teknisi Penelitian dan Perekayasaan Penyelia BRIN Imam Sujai, memaparkan tahapan sub kultur jaringan tanaman anggrek. Mulai dari pembuatan media tanam, yang berisi agar-agar, gula, dan unsur makro, kemudian ditimbang dan dipanaskan di atas hot plate sehingga menjadi panas dan homogen.
“Kita mau bikin media contohnya untuk menumbuhkan anggrek ya, kita buat nutrisinya. Ada gulanya, ada unsur makro, setelah itu ditimbang, kemudian dipanaskan, kita ukur nanti pH-nya berapa, dan menjadi homogen,“ papar Imam.
Lebih lanjut Imam menjelaskan, setelah media tanam siap, akan didistribusikan secara otomatis ke dalam tabung reaksi menggunakan alat pendistribusi media.
“Tabung-tabung reaksi tersebut terisi media dengan volume yang seragam sesuai dengan pengaturannya, yang akan terdistribusi dengan merata, volume sama, dan homogen. Nanti harapannya bisa tumbuh dan bebas dari kontaminan,” jelasnya.
Langkah selanjutnya, Imam menerangkan, tabung-tabung reaksi yang sudah terisi, dilakukan proses sub kultur atau pemindahan tanaman yang masih berupa eksplan yaitu potongan daun maupun potongan batang. Selain itu juga bisa berupa plantlet yaitu bibit tanaman yang sudah memiliki batang, daun, dan sudah berakar.
“Proses sub kultur ini dilakukan di ruang transfer yang steril menggunakan perangkat Laminal Air Flow (LAF). Seterusnya kita pindahkan ke ruang kultur hingga plantlet tumbuh dan siap diaklimatisasi, dan dipindahkan ke Screen House,” tutur Imam.
Imam mengungkapkan, teknologi sub kultur jaringan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dan konservasi tanaman. Keunggulannya antara lain mampu menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah besar, seragam, bebas penyakit, serta tidak bergantung musim.
Bibit anggrek hasil sub kultur jaringan BRIN tidak hanya dimanfaatkan industri, tetapi juga disalurkan kepada petani anggrek di wilayah Tangerang Selatan.
Selain memperoleh pengetahuan terkait teknologi sub kultur jaringan di laboratorium Bioproses, siswa juga diberikan wawasan terkait teknologi charging station serta pengelolaan baterai kendaraan listrik di laboratorium Energi.
Kepala Sekolah SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Noor Sjahid, menyampaikan kunjungan ilmiah yang diikuti oleh 87 siswa kelas 12 ini memberikan banyak manfaat dan wawasan baru bagi siswa.
“Kunjungan ke BRIN ini, siswa kami bisa mendapatkan informasi lebih dari yang diperoleh di sekolah, dimana mata pelajaran itu sifatnya masih dasar, dan di BRIN ini mereka jadi bisa lebih memahami aplikasi atau hal-hal yang lebih teknis dan mendalam lagi,” ungkapnya.
Noor Sjahid berharap, siswa dapat lebih mengenal dunia riset, dan inovasi-inovasi yang ada di BRIN, sehingga termotivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan memiliki minat untuk mengambil jurusan yang terkait dengan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu siswa, Muhammad Nafiz Zafar Alfani, mengungkapkan banyak hal baru yang dipelajari khususnya dari laboratorium Bioproses, menurutnya teknologi sub kultur jaringan memiliki keunggulan, diantaranya tanaman yang dihasilkan lebih stabil dengan volume yang sama, sehingga kualitas lebih terjaga.




