Serangan Udara Rusia di Ukraina Direspons Skuadron F-16 NATO
TRIBUN-VIDEO.COM - NATO mengerahkan jet tempur setelah Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina.
Serangan ini dilancarkan hanya beberapa jam sebelum perindungan damai digelar di Jenewa.
Dari laporan, serangan ini terjadi pada Selasa (17/2/2026).
Pasukan Rusia menembakkan rudal dan ratusan drone ke wilayah Ukraina.
Target serangan tersebut termasuk di antaranya infrastruktur energi, fasilitas militer dan jalur transportasi strategis.
Merespons serangan itu, Polandia sekutu NATO langsung mengerahkan pesawat tempur mengantisipasi serangan intensif dari Rusia di Ukraina.
Skala serangan tersebut menunjukkan ketidakinginan Vladimir Putin untuk mengakhiri perang.
Rusia dilaporkan mengerahkan pesawat pembom strategis Tu-95MS yang besar untuk menyerang target dengan rudal jelajah.
Untuk itu, skuadron F-16 yang terdiri dari pilot elite NATO secara rahasia melakukan patroli di wilayah udara Ukraina.
Mereka dilaporkan menggunakan pod penargetan Lockheed Martin Sniper untuk mengantisipasi drone Rusia yang datang.
Rudal nuklir dilaporkan menghantam wilayah Ivano-Frankivsk dengan ledakan besar terdengar hingga Burstyn.
Burshtyn adalah lokasi pembangkit listrik tenaga batu bara utama milik Ukraina.
Di antara kota-kota yang terkena serangan adalah Kryvyi Rih, tempat kelahiran Volodymyr Zelensky, dan pelabuhan Odesa, yang saat ini berada di bawah bombardir harian.




