Salsalina Br Bukit: Dari Atlet Basket Menjadi Runner Up Putri Hijabfluencer
Sumber Foto: Tribun-medan.com
Olahraga

Salsalina Br Bukit: Dari Atlet Basket Menjadi Runner Up Putri Hijabfluencer

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tak banyak yang menyangka, perjalanan Salsalina Br Bukit atau akrab disapa Caca (21) menuju panggung pageant berawal dari sebuah pesan singkat di media sosial.

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini sebelumnya lebih dikenal sebagai atlet basket. Dunia kompetisi olahraga yang penuh disiplin justru menjadi fondasi kuat yang mengantarkannya meraih Runner Up 1 Putri Hijabfluencer Sumatera Utara 2025.

Bagi Caca, langkahnya masuk ke dunia pageant bukanlah rencana besar sejak awal.

“Awalnya aku di-chat langsung sama pihak Putri Hijabfluencer, tapi itu tahun 2024. Waktu itu masih ragu, masih mikir-mikir,” ujarnya saat diwawancarai Tribun Medan, Kamis (20/2/2026).

Ajakan tersebut sempat ia abaikan. Namun setelah melihat teman-temannya mencoba ajang serupa dan memahami konsep kegiatan yang tidak hanya menilai penampilan fisik, ia mulai tertarik.

“Aku lihat kegiatannya bukan cuma soal penampilan, tapi juga ada kegiatan sosial. Jadi aku pengin coba keluar dari zona nyaman,” katanya.

Keputusan itu menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya.

Menariknya, ajang tersebut merupakan pengalaman pageant pertama bagi Caca. Ia bahkan tidak memiliki latar belakang modeling atau pelatihan khusus sebelumnya. Semua dipelajari secara otodidak.

“Awalnya nanya sama orang terdekat gimana pakai dress, terus belajar sendiri dari YouTube sama TikTok. Jadi tiap hari pelan-pelan latihan di rumah,” ungkapnya sambil tersenyum.

Proses belajar mandiri itu tidak mudah. Ia harus membangun kepercayaan diri dari nol, sesuatu yang berbeda jauh dari atmosfer lapangan basket yang selama ini ia kenal. Namun justru di situlah ia menemukan versi baru dirinya.

Sebelum dikenal di dunia pageant, Caca aktif sebagai atlet basket sejak SMP. Ketertarikannya muncul secara spontan saat melihat adanya lomba antar pelajar.

“Aku awalnya cuma coba-coba ikut ekskul basket. Lama-lama jadi serius sampai SMA,” katanya.

Pengalaman bertanding membentuk mental disiplin dan daya juang yang kemudian sangat membantunya di dunia lain.

Menurutnya, olahraga memberi pelajaran penting tentang perempuan dan batasan sosial yang sering kali dianggap menghambat.

“Perempuan berhijab itu bukan penghalang untuk olahraga atau berkembang. Dari basket aku belajar percaya diri dan kerja keras,” ujarnya.