Rusia Dukung Kuba dan Desak AS Hentikan Blokade
Tekanan maksimum Trump kepada Kuba ditujukan untuk memicu pergantian pemerintah komunis.
Oleh Khairisa Ferida
Diterbitkan 19 Februari 2026, 15:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Tanya apapun tentang artikel ini...
Cari
Paling sering ditanyakan
Mengapa Kuba mengalami krisis bahan bakar dan listrik?
Apa sikap Rusia terhadap pembatasan AS terhadap Kuba?
Bantuan apa yang direncanakan Rusia untuk Kuba?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Moskow - Sejumlah pejabat tinggi Rusia menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez di Moskow pada Rabu (18/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, para pejabat Rusia menyatakan dukungan terhadap negara kepulauan itu yang tengah menghadapi pemadaman listrik dan kekurangan bahan bakar parah akibat embargo minyak Amerika Serikat (AS).
Rodriguez bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan kemudian pada hari yang sama juga melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
BACA JUGA: Tambang Kripto Ilegal Terbongkar di Rusia, Rugikan Negara Segini
BACA JUGA: Kepala Badan Pengawas Nuklir PBB Peringatkan Bahaya Serangan di Sekitar PLTN Bushehr Iran
Dalam pertemuan dengan Rodriguez seperti dikutip dari Associated Press, Lavrov mendesak AS agar tidak melakukan blokade terhadap Kuba. Negara tersebut saat ini kesulitan mengimpor minyak untuk pembangkit listrik dan kilang setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara mana pun yang menjual minyak ke Kuba.
Advertisement
"Bersama dengan sebagian besar anggota komunitas global, kami menyerukan kepada AS untuk menunjukkan akal sehat, mengambil pendekatan yang bertanggung jawab dan menahan diri dari rencana blokade lautnya," kata Lavrov dalam pembicaraan dengan Rodriguez.
Lavrov menegaskan pula bahwa Rusia akan terus mendukung Kuba dan rakyatnya dalam melindungi kedaulatan serta keamanan negara mereka.
Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Rodriguez, Presiden Putin menyampaikan sikap Rusia terhadap pembatasan tersebut.
"Anda tahu bagaimana sikap kami terhadap pembatasan terhadap Kuba. Kami tidak menerima langkah semacam itu," ujar Putin.
"Kami selalu berada di pihak Kuba dalam perjuangannya untuk kemerdekaan, untuk hak menentukan jalur pembangunannya sendiri, dan kami selalu mendukung rakyat Kuba."
Sebelumnya pada Rabu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa Rusia, seperti banyak negara lain, secara konsisten menentang blokade terhadap Kuba.
"Kami memiliki hubungan dengan Kuba dan kami sangat menghargai hubungan tersebut," kata Peskov kepada para wartawan. "Dan kami berniat untuk terus mengembangkannya — tentu saja, pada masa-masa sulit dengan memberikan bantuan yang sesuai kepada sahabat-sahabat kami."
Kiriman Bantuan Kemanusiaan dari Rusia ke Kuba
Putin sebelumnya memuji upaya Trump untuk menengahi penyelesaian konflik di Ukraina, dan Moskow serta Washington telah membahas berbagai cara untuk menghidupkan kembali hubungan ekonomi kedua negara.
Di sisi lain, Venezuela yang merupakan salah satu pemasok utama minyak Kuba, menghentikan penjualan minyak mentah ke negara tersebut pada Januari setelah AS menangkap presiden saat itu, Nicolas Maduro, dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba.
Meksiko menghentikan pengiriman minyak ke Kuba pada Januari, setelah Trump mengeluarkan ancaman tarif.
Pekan lalu, media Rusia Izvestia mengutip pernyataan Kedutaan Besar Rusia di Havana yang menyebutkan bahwa Moskow sedang mempersiapkan pengiriman bahan bakar kemanusiaan ke Havana dalam waktu dekat.
Pada Senin (16/2), Duta Besar Rusia untuk Kuba Viktor Koronelli mengatakan bahwa Moskow sedang meneliti rincian pengaturan bantuan bagi Kuba, namun belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Kekurangan bahan bakar di Kuba juga telah memaksa perusahaan-perusahaan wisata Rusia menghentikan penjualan paket tur ke negara itu setelah pemerintah Kuba menyatakan tidak akan menyediakan bahan bakar bagi pesawat yang mendarat di wilayahnya.
Ketika ditanya apakah pengiriman bahan bakar ke Kuba dapat mengganggu membaiknya hubungan Rusia dengan Washington, Peskov menjawab bahwa "kami tidak berpikir isu-isu ini saling terkait."
Rusia
Vladimir Putin
Amerika Serikat
Donald Trump
Kuba
Venezuela
Advertisement
Khairisa FeridaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan




