RM BTS: Menikah adalah Pilihan, Bukan Kewajiban
Sumber Foto: CNA.id
Berita Pilihan

RM BTS: Menikah adalah Pilihan, Bukan Kewajiban

Alih-alih berbicara soal musik atau proyek terbarunya, RM BTS kali ini membahas sesuatu yang jauh lebih personal: soal kesepian, pernikahan, dan makna menjadi dewasa di tengah tekanan hidup generasi milenial dan Gen Z di Korea Selatan.

Dalam siaran langsung di platform global penggemar Weverse pada Minggu (5/10), rapper berusia 31 tahun itu berbicara terbuka tentang kondisi emosionalnya saat ini.

Ia mengaku tengah banyak merenungkan hubungan, pilihan hidup, dan arti kedewasaan sambil mempersiapkan album barunya.

"Aku belakangan ini merasa cemas dan agak depresi lagi," kata rapper bernama asli Kim Nam-joon ini.

"Itu selalu terjadi saat aku sedang menyiapkan album. Aku menghabiskan banyak waktu sendirian, dan aku tidak pandai menghadapi rasa sepi," tuturnya.

"Katanya, semakin tua kamu harus bisa berteman dengan dirimu sendiri dan belajar menikmati waktu sendirian — tapi aku masih belum bisa tinggal di rumah sendiri," ungkapnya, dikutip dari The Korea Times.

Meski rumahnya sudah ia tata dengan indah, RM mengaku jarang menghabiskan waktu di sana selain untuk tidur. "Aku merasa belum benar-benar jadi orang dewasa," ujarnya.

"Mungkin itu sebabnya orang menikah — untuk menemukan pasangan, seorang teman seumur hidup untuk berbagi segalanya."

'SEPERTI ANAK KECIL'

RM, yang lahir pada 1994, menilai generasi orangtuanya hidup dengan pola waktu yang sangat berbeda. "Waktu orangtuaku seumur aku sekarang, aku sudah berusia tiga tahun," katanya.

"Tapi aku masih merasa seperti anak kecil. Kalau dipikir-pikir bagaimana mereka menikah, punya aku, dan membesarkanku di usia itu — rasanya luar biasa. Sekarang aku di usia 30-an, aku sadar betapa sulitnya membesarkan anak dan membangun keluarga."

Beberapa teman sebayanya sudah menikah — "mungkin dua atau tiga dari sepuluh," ujarnya — tetapi banyak juga yang memilih untuk tidak menikah, mencerminkan perubahan sosial yang lebih luas.

"Kalau kamu bertemu orang yang tepat di waktu yang tepat, mungkin kamu akan menikah. Tapi kalau tidak, kamu bisa hidup sendiri. Tidak ada jawaban yang benar atau salah."

RM juga menyinggung tekanan sosial seputar pernikahan dan menjadi ibu, terutama bagi perempuan. "Rasanya seperti masyarakat dan media terus menekan perempuan soal melahirkan dan mengasuh anak," katanya.

"Tapi aku harap orang bisa hidup dengan cara mereka sendiri. Kalau kamu tidak bisa menghadapi kesepian, menikah tidak akan memperbaikinya."

"Dan ketika kamu sudah menikah, bisa jadi kamu malah ingin punya lebih banyak waktu sendirian. Menjadikan pernikahan sebagai pelarian dari kesepian itu tidak masuk akal," tuturnya.

'PERNIKAHAN ITU PILIHAN'

RM juga mengaku masih ragu apakah dirinya siap menjadi orangtua. "Mengurus diriku sendiri saja sudah cukup sulit. Mengurus kehidupan lain — itu hal yang mungkin aku belum mampu," ujarnya.

"Kalau aku ingat betapa seringnya aku membuat orangtuaku kerepotan waktu aku kecil, bisa kubayangkan betapa frustrasinya rasanya," ungkapnya.

"Lagi-lagi, tidak ada jawaban yang pasti. Tapi aku rasa orang-orang yang lahir di tahun 1990-an adalah generasi pertama di Korea [Selatan] yang melihat pernikahan sebagai pilihan, bukan kewajiban. Semua orang harus mengikuti pilihannya sendiri."