Nalar Media - Ringkasan Berita:
Putin menyebut tewasnya Khamenei sebagai “pembunuhan sinis” yang melanggar moral dan hukum internasional.
Rusia mengecam serangan AS–Israel dan mempertegas dukungan terhadap Iran sebagai sekutu strategis.
Eskalasi ini berpotensi memperluas ketegangan geopolitik global, termasuk dampaknya pada konflik Ukraina.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya terkait tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyusul eskalasi serangan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Vladimir Putin memecah keheningan dengan mengutuk keras serangan AS-Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dalam operasi militer gabungan mereka.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis oleh kantor berita Rusia TASS, Presiden Putin melontarkan kecaman tajam yang menandakan keretakan semakin dalam antara Moskow dan poros Barat.
Putin tidak ragu menyebut eliminasi pemimpin tertinggi yang diotaki Trump tersebut sebagai sebuah "pembunuhan sinis" yang melampaui batas-batas hukum internasional dan etika kemanusiaan.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip kantor berita pemerintah TASS, Putin menyebut insiden tersebut adalah: "pembunuhan sinis yang melanggar norma moralitas manusia dan hukum internasional," ujar Putin dilansir dari TASS, Minggu (1/3/2026).
Putin menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya mengguncang stabilitas kawasan, tetapi juga mencederai prinsip dasar hubungan antarnegara.
Ia menyatakan Khamenei akan dikenang di Rusia sebagai “negarawan yang luar biasa.”
Pernyataan keras itu mempertegas posisi Rusia yang selama ini menjadi sekutu strategis Iran.
Hubungan kedua negara semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kerja sama pertahanan di tengah konflik Rusia dengan Ukraina.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Moskow menyebutnya sebagai “langkah sembrono” dan “tindakan agresi bersenjata tanpa provokasi.”
Eskalasi ini dinilai berpotensi memperluas ketegangan geopolitik global.
Dukungan militer Iran kepada Rusia, termasuk suplai drone dan rudal balistik serta pembangunan fasilitas manufaktur drone, menjadi faktor penting dalam dinamika aliansi kedua negara.
Dengan pernyataan terbuka ini, Kremlin memperlihatkan sikap konfrontatif terhadap blok Barat dan mempertegas garis politiknya di tengah meningkatnya ketegangan global.
Seperti diketahui Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikonfirmasi media Iran telah tewas akibat serangan udara masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).