Perjanjian Tarif Timbal Balik RI-AS: Tarif 19% dengan Pengecualian untuk Beberapa Komoditas
Sumber Foto: Katadata.co.id
Ekonomi

Perjanjian Tarif Timbal Balik RI-AS: Tarif 19% dengan Pengecualian untuk Beberapa Komoditas

Ringkasan

Pemerintah Indonesia dan AS menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff, dengan tarif timbal balik 19 % untuk mayoritas barang Indonesia, sementara tekstil, apparel, serta 1 819 pos tarif produk pertanian dan industri mendapatkan tarif 0 % melalui mekanisme TRQ.

Indonesia berkomitmen menghapus tarif pada lebih dari 99 % produk AS serta mengatasi hambatan non‑tarif, termasuk standar keamanan, sertifikasi, dan hak kekayaan intelektual, dan memberikan tarif 0 % untuk produk pertanian AS seperti gandum dan kedelai.

Kedua negara sepakat mencabut pasal‑pasal yang tidak berhubungan dengan ekonomi, seperti pengembangan reaktor nuklir, kebijakan Laut Cina Selatan, serta isu pertahanan dan keamanan perbatasan.

! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff pada Jumat (20/2) pagi waktu Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Perwakilan AS Jamieson Greer.

Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump juga telah menandatangani kerja sama Agreement of Reciprocal Trade yang diberi judul ‘Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance’.

Dalam perjanjian ini, AS mengenakan tarif 19% untuk barang-barang dari Indonesia. Meski demikian, sejumlah komoditas asal RI akan mendapatkan pengecualian.

"AS akan mempertahankan tarif timbal balik sebesar 19% untuk impor dari Indonesia, kecuali untuk produk-produk tertentu yang akan dikenakan tarif timbal balik 0%," demikian penjelasan resmi AS dalam laman Gedung Putih, Jumat (20/2).

Dari laman Gedung Putih, salah satu komoditas yang mendapatkan tarif nol persen adalah tekstil. Volumenya akan ditentukan berdasarkan kuantitas ekspor tekstil yang diproduksi dari kapas dan bahan baku tekstil serat buatan dari AS.

"Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif 0% dengan mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ,” kata Airlangga.

Dia mengatakan, usulan Indonesia dipenuhi oleh AS yang tertuang dalam Agreement on Reciprocal Tariff. Dalam ART ini, ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri yang mendapatkan tarif 0%.

Beberapa komoditas lain adalah minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang.

Airlangga mengatakan, Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif nol, utamanya produk pertanian seperti gandum dan kedelai.

“Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soybean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe,” kata dia.

Melansir laman resmi Gedung Putih, poin-poin perjanjian AS-Indonesia antara lain meliputi hal-hal berikut:

Airlangga juga mengatakan AS sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang bukan kerjasama ekonomi seperti pengembangan reaktor nuklir, kebijakan Laut Cina Selatan, juga berkaitan dengan pertahanan dan keamanan perbatasan.

Cek juga data ini