Peran Ayah dalam Pengasuhan Modern: Membangun Keseimbangan Keluarga
Sumber Foto: RRI.co.id
Lifestyle

Peran Ayah dalam Pengasuhan Modern: Membangun Keseimbangan Keluarga

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Perubahan sosial yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir telah membawa wajah baru dalam pola pengasuhan anak. Jika dahulu peran ayah identik sebagai pencari nafkah utama, kini dunia parenting modern menempatkan ayah sebagai figur yang juga memiliki hak dan peran penting dalam proses tumbuh kembang anak.

Dikutip dari https://www.gramedia.com/literasi/hak-ayah-apa-saja/, keterlibatan ayah dalam pengasuhan bukan lagi sekadar membantu, melainkan menjadi bagian integral dalam membangun karakter, emosi, dan kepercayaan diri anak. Sejumlah penelitian psikologi perkembangan menunjukkan bahwa anak yang memiliki kedekatan emosional dengan ayah cenderung memiliki kemampuan sosial yang lebih baik dan kestabilan emosi yang lebih kuat.

Dalam konteks keluarga Indonesia, nilai kebersamaan sebenarnya telah lama dijunjung tinggi. Namun, konstruksi sosial yang menempatkan pengasuhan sepenuhnya pada ibu sering kali membuat kontribusi ayah kurang terlihat. Padahal, ayah memiliki hak untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan pendidikan, kesehatan, hingga pembentukan nilai moral anak.

Di era modern, konsep co-parenting atau pengasuhan bersama semakin diperkuat. Ayah dan ibu diharapkan dapat berbagi peran secara seimbang, baik dalam hal pengasuhan harian maupun dalam membangun komunikasi yang sehat dengan anak. Keterlibatan ayah juga terbukti membantu mengurangi beban mental ibu, sekaligus menciptakan hubungan keluarga yang lebih harmonis.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Tuntutan pekerjaan, budaya patriarki, hingga kurangnya edukasi parenting bagi ayah menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian. Pemerintah dan lembaga sosial diharapkan dapat menghadirkan program edukasi keluarga yang inklusif, sehingga ayah merasa memiliki ruang dan dukungan untuk terlibat aktif.

Menghargai hak ayah dalam dunia parenting bukan berarti mengurangi peran ibu, melainkan membangun keseimbangan baru dalam keluarga. Ketika ayah dan ibu berjalan seiring, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta, dukungan, dan keteladanan.