Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan 33,2 Juta Keluarga Menjelang Ramadhan
Sumber Foto: Satumedia.id
Sosial

Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan 33,2 Juta Keluarga Menjelang Ramadhan

SATUMEDIA.ID – Pemerintah memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga menjelang Ramadhan hingga Idulfitri 2026. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah kembali menggulirkan program bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bantalan ekonomi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan harga bahan pokok tetap terkendali.

“Dengan segala kerendahan hati, atas nama pemerintah, mari kita jaga harga pangan di bulan suci Ramadhan. Presiden terus menekankan agar kebijakan yang diambil berpihak kepada rakyat,” ujar Amran dalam siaran pers dikutip, Kamis (19/2/2026).

Dalam program ini, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng kepada sekitar 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama dua bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Perum Bulog akan mengeluarkan sekitar 664,8 ribu ton beras serta 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Total anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 11,92 triliun.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang periode konsumsi tinggi saat Ramadan dan Lebaran.

Stok pangan dinilai aman

Bapanas mencatat, hingga 13 Februari 2026, stok beras nasional di Bulog mencapai 3,53 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,34 juta ton merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sementara sisanya sekitar 188,5 ribu ton merupakan stok beras komersial.

Selain itu, Bulog juga memiliki stok minyak goreng sekitar 15 ribu kiloliter yang siap digunakan untuk mendukung program bantuan.

Sebelumnya, realisasi bantuan pangan beras dan minyak goreng telah menjangkau lebih dari 18,16 juta penerima di seluruh Indonesia. Hingga 31 Januari 2026, total distribusi mencapai 363,3 ribu ton beras dan 72,6 ribu kiloliter minyak goreng.

Pemerintah melalui Bapanas telah memberikan penugasan resmi kepada Perum Bulog untuk menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahun 2026. Penugasan tersebut tertuang dalam warkat Kepala Bapanas Nomor 204/TS.03.03/K/02/2026 tertanggal 11 Februari.

Dalam kebijakan itu, Bulog diminta menyalurkan bantuan sekaligus setelah anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas terbit. Setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi satu bulan.

Program ini merupakan hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) 2026 yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta telah mendapatkan persetujuan Presiden sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah daerah diharapkan turut terlibat aktif dalam menjaga kelancaran distribusi logistik bantuan pangan.

“Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat memastikan distribusi berjalan lancar agar bantuan tepat sasaran,” kata Airlangga.

Ia menambahkan, ketersediaan stok pangan nasional dinilai mencukupi untuk menjalankan program tersebut, seiring peningkatan produksi dalam negeri.

Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras periode Januari–Maret 2026 diproyeksikan mencapai 10,16 juta ton. Angka ini meningkat sekitar 1,39 juta ton dibandingkan periode yang sama pada 2025, atau naik sekitar 15,79 persen.

Peningkatan produksi tersebut diyakini dapat menjaga keseimbangan pasokan sekaligus mendukung kelancaran program bantuan pangan nasional selama Ramadhan hingga Idulfitri.*