Pelajaran Parenting dari Violet Bridgerton untuk Orangtua Masa Kini
Lifestyle

Pelajaran Parenting dari Violet Bridgerton untuk Orangtua Masa Kini

KOMPAS.com - Tokoh ibu dalam serial drama periode populer ‘Bridgerton’, yaitu Violet Bridgerton, sering menjadi sorotan karena gaya pengasuhannya yang hangat dan penuh empati.

Dalam serial tersebut, Violet, yang diperankan oleh Ruth Gemmell, digambarkan sebagai seorang janda yang membesarkan delapan anak di tengah tekanan sosial masyarakat aristokrat Inggris.

Meski hidup pada era yang berbeda, cara Violet membimbing anak-anaknya dianggap masih relevan dengan pola pengasuhan modern. Ia menunjukkan keseimbangan antara kasih sayang, kebebasan, dan bimbingan.

Simak beberapa pelajaran parenting dari Violet Bridgerton yang bisa menjadi inspirasi bagi orangtua masa kini.

7 Cara parenting dari tokoh Violet Bridgerton

1. Memimpin dengan cinta, bukan dengan kontrol

Lihat Foto

Dilansir dari Times of India, Jumat (6/3/2026), salah satu prinsip utama Violet dalam membesarkan anak-anaknya adalah mengutamakan kasih sayang dibandingkan kontrol yang berlebihan.

Ia memang memiliki harapan terhadap masa depan anak-anaknya, tetapi tidak memaksakan keputusan kepada mereka.

Sebaliknya, Violet lebih sering mendengarkan, memberi nasihat, lalu membiarkan anak-anaknya menentukan pilihan sendiri. Pendekatan ini menciptakan hubungan yang lebih terbuka antara orangtua dan anak.

Ketika anak merasa didukung, bukan dikendalikan, mereka cenderung lebih nyaman berbagi perasaan, ketakutan, bahkan kegagalan kepada orangtua.

2. Mendorong anak mengekspresikan emosi

Lihat Foto

Violet dikenal sebagai karakter yang sangat ekspresif secara emosional. Ia tidak menyembunyikan kesedihan, kebingungan, atau kekhawatiran yang ia rasakan.

Sikap ini secara tidak langsung mengajarkan anak-anaknya bahwa kerentanan bukanlah tanda kelemahan.

Sebaliknya, kemampuan memahami dan mengekspresikan emosi merupakan bagian penting dari kedewasaan.

“Berbicara dengan anak tentang emosi, baik emosi positif maupun negatif, dapat memberikan banyak manfaat bagi kompetensi emosional anak, terutama untuk anak laki-laki,” ujar Profesor psikologi di Universitas Rutgers-Newark, Vanessa LoBue, Ph.D, dilansir Psychology Today.

Pendekatan ini membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang memiliki kecerdasan emosional dan mampu berkomunikasi dengan lebih sehat dalam hubungan pribadi maupun profesional.

You can share this post!