Over Parenting: Dampak Kecemasan Orangtua pada Anak Modern
Sumber Foto: RRI.co.id
Lifestyle

Over Parenting: Dampak Kecemasan Orangtua pada Anak Modern

RRI.CO.ID, Bukittinggi -Fenomena over parenting semakin marak terjadi di berbagai kota besar Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Siapa pelakunya, mengapa dilakukan, di mana muncul, kapan bermula, apa dampaknya, dan bagaimana prosesnya berlangsung menarik perhatian.

Istilah over parenting merujuk pada pola asuh terlalu protektif dan penuh kendali terhadap kehidupan anak sehari-hari. Orangtua kerap mengatur jadwal, pergaulan, hingga keputusan kecil demi memastikan anak terhindar dari kegagalan.

Konsep ini sering disamakan dengan helicopter parenting dalam kajian psikologi perkembangan modern. Orangtua hadir berlebihan dalam setiap aspek kehidupan anak, bahkan ketika tidak dibutuhkan.

Sebuah studi dalam Journal of Child and Family Studies menemukan kontrol berlebihan berkorelasi dengan meningkatnya kecemasan serta rendahnya kemandirian remaja. Penelitian itu menegaskan perlindungan tanpa batas justru melemahkan kemampuan anak menghadapi tekanan sosial.

Para peneliti menjelaskan bahwa kebutuhan dasar anak mencakup otonomi, kompetensi, serta relasi sosial yang sehat. Ketika semua keputusan diambil orangtua, proses belajar mengambil risiko menjadi terhambat signifikan.

Fenomena ini kerap dipicu kecemasan orangtua terhadap masa depan yang semakin kompetitif dan tidak pasti. Tekanan akademik serta standar kesuksesan sosial membuat pengawasan terasa seperti bentuk kasih sayang.

Namun para ahli menyarankan pendekatan suportif dengan batasan jelas dan komunikasi terbuka. Keseimbangan tersebut memberi anak ruang bertumbuh mandiri tanpa kehilangan dukungan emosional keluarga.