Olly Dondokambey Dorong Peran Pria Kristen dalam Keluarga di Forum Camp Pria Bangkit
Sumber Foto: Tempo.co
Sosial

Olly Dondokambey Dorong Peran Pria Kristen dalam Keluarga di Forum Camp Pria Bangkit

INFO TEMPO - Ketua II dari unsur non-pendeta Majelis Pekerja Harian (MPH) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Olly Dondokambey membuka kegiatan Forum Komunikasi Camp Pria Bangkit pada Kamis, 19 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Sam Ratulangi, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu 20 Februari ini menjadi momentum refleksi dan penguatan peran pria Kristen dalam keluarga dan pelayanan gereja.

Dalam sambutannya, Olly mengatakan, persoalan sosial kerap bersumber dari peran kepala keluarga yang belum berjalan maksimal. Karena itu, dalam menyelesaikan masalah ini, menurut Olly, perlu memetakan sumber masalahnya.

“Permasalahan pertama harus kita petakan dan kita bagi berdasarkan sumber yang bermasalah, karena dampaknya sangat mengkhawatirkan,” ujar Olly.

Ia mengapresiasi terselenggaranya Forum Komunikasi Camp Pria Bangkit yang mendapat dukungan penuh dari organisasi-organisasi Pria Kaum Bapa (PKB) di berbagai sinode. Menurut dia, dukungan tersebut menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk memperkuat peran pria dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Olly juga berharap, kegiatan seperti forum ini dapat dilaksanakan di setiap sinode. Yang penting, pelaksanaannya perlu memastikan sistem keamanan serta penguatan konsep terlebih dahulu agar dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini rencananya akan kita buat per sinode, tapi harus ada pengaman dulu agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, Olly menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia menyampaikan bahwa keluarga yang kuat dan solid akan mampu menghadapi persoalan eksternal dengan lebih baik.

“Kalau keluarga kuat, kesulitan-kesulitan yang ada di luar pasti beres. Kunci sukses kita kalau keluarga kita solid, sehingga persoalan-persoalan di luar pasti bisa terselesaikan,” ujarnyanya.

Ia juga berharap, lewat kegiatan ini keluarga-keluarga Kristen benar-benar mendapatkan manfaat dan mampu menjadi “lilin” di tengah kehidupan bermasyarakat, membawa terang dan teladan. Para pria Kristen, kata dia, sebaiknya tidak pernah meninggalkan pekerjaan Tuhan. Iman yang kokoh akan membuka jalan dalam setiap pergumulan.

“Jangan pernah kasih tinggal pekerjaan Tuhan. Kalau torang percaya, pasti terbuka jalan. Percaya kalau keluarga kuat, persiapan apa pun di luar pasti bisa dihadapi,” kata Olly.

Ia berharap kegiatan-kegiatan penguatan seperti Forum Komunikasi Camp Pria Bangkit dapat terus dilaksanakan di sinode-sinode sebagai bagian dari upaya membangun keluarga Kristen yang tangguh dan berdampak bagi gereja maupun bangsa. (*)