OJK Tingkatkan Pengawasan untuk Cegah Manipulasi Saham
Sumber Foto: Tempo.co
Hiburan

OJK Tingkatkan Pengawasan untuk Cegah Manipulasi Saham

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus mengawasi perilaku pasar atau market conduct untuk mengantisipasi ‘ saham gorengan’—yang bergerak karena manipulasi. Penjabat sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan penanganan kasus besar dengan penegakan hukum yang memberikan efek jera akan secara masif dilakukan.

“Serta penguatan pengawasan market conduct (perilaku pasar), termasuk kepada para influencer (pemengaruh),” katanya dalam konferensi pers di Wisma Danantara pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah empat pejabat tinggi OJK dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mundur pada Jumat, 30 Januari 2026. Pengunduran diri mereka pasca Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada 28-29 Januari, akibat sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Friderica mengatakan OJK akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lain untuk reformasi di pasar modal dengan pendekatan menyeluruh. Ke depannya, perbaikan kualitas emiten dan saham yang diperdagangkan, peningkatan literasi keuangan, dan perlindungan kepada investor, terutama sektor retail.

“Kami juga akan terus meningkatkan likuiditas dan pendalaman pasar melalui kebijakan peningkatan minimal free float 15 persen, optimalisasi peran liquidity provider, serta peningkatan peran investor institusional, khususnya asuransi dana pensiun yang dimiliki oleh pemerintah,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana melakukan demutualisasi terhadap BEI agar mengurangi benturan kepentingan antara pengurus dan anggota bursa. Upaya itu diperkirakan rampung dalam semester I tahun ini.

Perbaikan juga mengejar target yang diminta MSCI hingga Mei 2026, supaya tidak menurunkan status pasar modal Indonesia dari emerging market (pasar berkembang) menjadi frontier market (pasar perbatasan). Lembaga itu pun meminta agar kepemilikan saham lebih transparan agar meminimalisir potensi manipulasi pergerakan harga.