Negosiasi Prabowo dengan Trump Turunkan Tarif Ekspor Komoditas Menjadi Nol Persen
Sumber Foto: LiraNews.com
Ekonomi

Negosiasi Prabowo dengan Trump Turunkan Tarif Ekspor Komoditas Menjadi Nol Persen

Sahlan

A A

Prabowo Subianto dan Donald Trump. (Foto: tangkap layar YouTube @Bennix)

Share on Facebook Share on Twitter Whatsapp Telegram Line

JAKARTA, LIRANEWS.COM | Strategi Presiden RI Prabowo Subianto merangkul Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, termasuk ikut bergabung dalam Board Of Peace (BoP), ternyata mulai berbuah manis.

Pasalnya, Indonesia berhasil melakukan negosiasi dagang yang sangat menguntungkan, dimana tarif ekspor komoditas strategis Indonesia ke AS sudah diturunkan menjadi nol persen dari sebelumnya 19 persen.

Buah manis negosiasi dagang Prabowo dengan Trump ini diungkap oleh analis investasi dan geopolitik, Benny Batara alias Bennix.

Related Posts

Berpegang pada Dasa Sila Bandung saat Indonesia Tak Tentu Arah

Pengungkapan Sindikat Narkoba Koko Erwin dan Kapasitas Polri Hadapi Narco-Economy Modern

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Apresiasi Pembangunan Wisata Edukatif GUS di Gresik

“Ini gokil banget, asli. Pak Prabowo sukses nego sama Trump,” kata Benny Batara dalam siniar yang disitat dari kanal YouTube @Bennix, Sabtu (21/2/2026).

Bennix menyebut Indonesia bisa meraup untung hingga Rp800 triliun dari kesepakatan dagang dengan AS, karena Tarif Trump (tarif impor AS) untuk Indonesia menjadi nol persen (0%).

“Jujur gue kagak nyangka, hebat juga negosiator kita. Karena kalau kita lihat urutannya, industri yang dapat tarif nol persen itu industri yang besar yang menjadi tulang punggung Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai contoh, kata Bennix, Indonesia punya komoditas CPO atau minyak kelapa sawit yang begitu besar. Bahkan di tahun 2025 saja, ekspor kelapa sawit Indonesia ke Amerika Serikat mencapai Rp20 triliun.

Tujuan ekspor kelapa sawit Indonesia ke AS sendiri adalah yang terbesar keempat. Peringkat pertama ekspor sawit Indonesia adalah ke Pakistan, kedua ke China, dan ketiga ke Bangladesh.

Meski jumlah ekspor sawit Indonesia ke AS adalah adalah nomor empat, namun bagi Negeri Paman Sam kepala sawit Indonesia adalah andalan utama.

Indoensia adalah pemasok sawit terbesar bagi Amerika Serikat dengan 85 persen pangsa pasar, jauh di atas Malaysia yang hanya memasok 10 persen pangsa pasar kelapa sawit Amerika Serikat.

“Jadi kita (Indonesia) mendominasi pasar Amerika Serikat kalau soal kepala sawit,” tandas Bennix.

Nah, Bennix menegaskan bahwa data di atas adalah ketika tarif impor Amerika Serikat itu sebesar 19 persen. Maka bisa dibayangkan ketika tarif menjadi nol persen, Indonesia akan tambah untung berlipat ganda.

“Kenapa berlipat-lipat? Karena harga sawit kita semakin kompetitif di Amerika Serikat dengan tarif nol persen. Sementara Malaysia akan nagis darah karena tarifnya tinggi,” jelas Bennix.

Disamping itu, Bennix menyebut nilai ekspor kelapa sawit Indonesia ke AS akan semakin banyak karena permintaannya meningkat drastis, dan dengan harga lebih murah dibanding negara lain.

“ So. Kalau kali ini kita ekspornya hanya 1,5 juta ton sawit ke Amerika Serikat, maka kalau dikalkulasi naik 10 persen menjadi 1,65 juta ton. Jika harga sawit sebesar Rp17 juta per ton, maka Indonesia akan dapat tambahan devisi sebesar Rp2,6 triliun. Ini tambahannya saja sebesar itu,” kata Bennix.

Selain kelapa sawit, komoditas strategis yang mendapat tarif nol persen dari Donald Trump adalah komoditas Apparel.

Komoditas pakaian seperti baju, celana, topi dan sebagainya yang diekspor Indonesia ke Amerika Serikat juga sangat besar. Pada tahun 2025 (dengan Tarif Trump 19 persen) saja nilainya mencapai Rp35 triliun.

Nah, dengan kesepakatan Tarif Trump sebesar nol persen, maka bisa dibayangkan bagaimana produk Apparel Indonesia akan merajai Amerika Serikat.

“Bandingkan saja nanti dengan Vietnam yang tarif impor ke Amerika 20 persen bisa ekspor Rp140 triliun. China yang tarif ekspornya ke Amerika 50 persen bisa ekspor Rp131 triliun.”

“Nah, sekarang lho bayangkan, Indonesia mendadak tarif ekpornya ke Amerika Serikat sekarang nol persen,” jelas Bennix.

Dampaknya apa? Bennix menyebut akan banyak pabrik-pabrik di Vietnam, China, India, Bangladesh yang akan pindah ke Indonesia karena harganya akan sangat kompetitif dengan tarif nol persen di Amerika Serikat.

“Banyak pabrik Apparel nanti akan pindah ke Indonesia. Baik dari Vietnam, China, India, Bangladesh karena harga barang Indonesia menjadi yang paling kompetitif di dunia,” tegas Bennix.

“Indoensia akan cuan banget. Nilai ekspor Apparel ke AS bisa naik 100 persen, bisa menjadi Rp80 triliun loh, gokil banget kan,” ujar Bennix.

Belum lagi industri alas kaki (sepatu, sandal dll). Ekspor alas kaki, sepatu dan sandal Indoensia ke AS mencapai Rp43 triliun di 2025 dan menempati ranking ketiga di bawah China dan Vietnam.

Nah, sekarang dengan tarif Indonesia yang nol persen, akan jauh lebih kompetitif dibanding China yang tarifnya 50 persen dan Vietnam yang tarifnya 20 persen.

“Kalau tarif nol persen ini benar-benar dijalankan, maka Vietnam bahkan China akan menangis gaes. Barangnya kalah kompetitif dibanding Indonesia yang tarifnya tiba-tiba nol Persen,” tegas Bennix.

Lebih hebatnya lagi, Bennix menegaskan bahwa industri alas kaki baik sepatu maupun sandal itu sangat strategis, karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Hal inilah yang membuat efek dahsyat bagi Indonesia yang berhasil melakukan lobi-lobi dagang dengan Amerika Serikat. Lapangan kerja akan merangkak naik dan ekonomi rakyat makin hidup.

Bennix menyebut kerjasama tidak berhenti sampai di sana. Masih ada soal tambang emas dan lainnya yang kini semakin menguntungkan bagi Indonesia.

Atas dasar itu, Bennix menilai keputusan Presiden Prabowo menyumbang Rp17 triliun untuk Board Of Peace (BoP) tidak sia-sia juga. Keuntungan yang didapat Indonesia justru berlipat-lipat ganda dengan adanya negosiasi tarif Trump menjadi nol persen.

“ Gokil banget gaes. Strategi pak Prabowo jalan ternyata,” tuntas Bennix.

Tags: Bennix Benny Batara Donald Trump Komoditas Strategis Luar Biasa Nol Persen Presiden Prabowo Tarif trump

Related Posts

NASIONAL

Berpegang pada Dasa Sila Bandung saat Indonesia Tak Tentu Arah

Editor Liranews

Minggu, 26 April 2026

JAKARTA, LIRANEWS.COM | Kajian tentang Dasa Sila Bandung harus mengerucut pada sikap mental dan keteguhan Pemerintah Republik Indonesia dalam menghadapi...

Read moreDetails

HUKUM

Pengungkapan Sindikat Narkoba Koko Erwin dan Kapasitas Polri Hadapi Narco-Economy Modern

Editor Liranews

Minggu, 26 April 2026

Oleh: R Haidar Alwi (Analis/Dewan Pembina Ikatan Keluarga Alumni ITB) PENGUNGKAPAN kasus bandar narkoba Koko Erwin (Erwin Iskandar), menandai salah...

Read moreDetails

EKONOMI DAN BISNIS

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Apresiasi Pembangunan Wisata Edukatif GUS di Gresik

Editor Liranews

Minggu, 26 April 2026

GRESIK, LIRANEWS.COM I Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti mendukung pembangunan Gedung Universal Science (GUS) di Masjid Robach...

Read moreDetails

Leave Comment