Muhammad Qodari Dilantik Jadi Kepala Staf Kepresidenan oleh Prabowo Subianto
Nasional

Muhammad Qodari Dilantik Jadi Kepala Staf Kepresidenan oleh Prabowo Subianto

Nalar Media - Radar Surabaya - Politik Indonesia kembali melahirkan babak baru. Muhammad Qodari, nama yang selama ini akrab di layar kaca sebagai analis politik, kini resmi masuk ke lingkaran dalam kekuasaan. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9). Ia menggantikan Letjen TNI (Purn) AM Putranto, setelah sebelumnya menjabat Wakil Kepala KSP.

Bagi publik, Qodari lebih dikenal sebagai pengamat. Lahir di Palembang, 15 Oktober 1973, ia meniti pendidikan politik sejak bangku kuliah di FISIP Universitas Indonesia. Gelar S2 ia raih di University of Essex, Inggris, lalu menyelesaikan doktoral ilmu politik di UGM. Disertasinya menyoroti perilaku pemilih, sesuatu yang kelak menjadi senjata utama kariernya.

Rekam jejaknya panjang di dunia riset. Ia sempat meneliti di ISAI dan CSIS, lalu bergabung dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Puncaknya, ia mendirikan Indo Barometer, lembaga survei yang menjadikannya rujukan tetap media dalam membaca arah elektoral bangsa. Dari sini, wajah dan analisanya kerap hadir di televisi, memberi bobot dalam perdebatan politik nasional.

Namun, Qodari bukan sekadar pengamat di pinggir lapangan. Ia juga turun gelanggang. Ia tercatat aktif sebagai konsultan politik berbagai kandidat, masuk tim ahli di sejumlah kementerian, bahkan memimpin gerakan relawan di Pemilu 2024. Dukungan terbuka kepada pasangan Prabowo–Gibran menjadikannya bagian dari mesin politik yang turut mengantarkan kemenangan sekali putaran.

Kini sebagai Kepala Staf Kepresidenan, ia dituntut mengoordinasikan lintas kementerian, menyinergikan agenda strategis, sekaligus memastikan komunikasi politik pemerintah berjalan efektif.

You can share this post!