Mengatur Pola Tidur Anak dan Remaja Selama Ramadan
Sumber Foto: Parapuan
Lifestyle

Mengatur Pola Tidur Anak dan Remaja Selama Ramadan

Parapuan.co - Ramadan adalah momen pembelajaran spiritual yang kuat bagi anak dan remaja. Bagi sebagian besar remaja, mulai berpuasa penuh terasa seperti “ritual kedewasaan” — tanda bahwa mereka semakin bertanggung jawab terhadap agama dan dirinya sendiri.

Namun di balik semangat itu, ada satu aspek penting yang sering terabaikan: pola tidur. Sebagai periode pertumbuhan pesat, masa remaja membutuhkan asupan nutrisi dan waktu istirahat yang cukup. Ketika jadwal makan berubah dan aktivitas malam bertambah (salat tarawih, tadarus, sahur), pola tidur pun ikut bergeser.

Jika tidak dikelola dengan baik, kurang tidur bisa berdampak pada konsentrasi, suasana hati, hingga kesehatan fisik. Untuk menjaga kualitas tidur anak dan remaja di bulan Ramadan, Kawan Puan bisa menyimak informasi yang dikutip dari Helena Taylor Clinic berikut ini.

Mengapa Tidur Remaja Saat Ramadan Lebih Rentan Terganggu?

Remaja sedang mengalami perubahan hormonal, pertumbuhan fisik, dan perkembangan kognitif yang signifikan. Pada fase ini, kebutuhan tidur idealnya berkisar 8–10 jam per malam.

Selama Ramadan, beberapa faktor mengubah ritme tersebut:

Bangun lebih awal untuk sahur

Tidur lebih larut karena ibadah malam

Jadwal sekolah tetap berjalan

Aktivitas akademik dan ekstrakurikuler tidak berkurang

Kombinasi ini membuat total waktu tidur sering kali terfragmentasi atau berkurang.

Kurang tidur dapat menyebabkan:

Strategi Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan