Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Edukasi Digital Parenting untuk Keluarga di Sukajadi
Sumber Foto: Kompasiana.com
Lifestyle

Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Edukasi Digital Parenting untuk Keluarga di Sukajadi

BANYUASIN — Arus digitalisasi yang bergulir masif tidak lagi mengenal batas wilayah, menyusup perlahan hingga ke ruang-ruang keluarga di berbagai lapisan masyarakat. Di satu sisi, gawai pintar dan koneksi internet membuka cakrawala pengetahuan yang tak terbatas bagi anak-anak. Namun, di sisi lain, kebebasan akses tanpa pengawasan menjelma menjadi ancaman siber yang nyata, mulai dari kecanduan layar, paparan konten negatif, hingga perundungan di dunia maya. Menyadari tingginya urgensi dari fenomena tersebut, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Angkatan 84A Kelompok 417 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang mengambil inisiatif strategis. Kelompok tersebut terdiri dari mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, yakni Cahya Adi Saputra (23041450092), M. Faizul Azkia (23041450098), Arya Dwi Pangga (23041450106), M. Raffi Ash-shiddiqie Umar (23041450108), dan Alvata Hasim Muzaki (23041450101). Mereka merancang dan mengeksekusi sebuah program edukasi pola asuh anak di era digital, atau yang lebih dikenal dengan istilah digital parenting, yang menyasar hampir seluruh elemen orang tua di lingkungan Jalan Hasan Sanduk RT 01 RW 01, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Pelaksanaan program pengabdian ini dikemas dengan pendekatan yang sangat humanis dan jauh dari kesan formalitas birokrasi. Alih-alih mengumpulkan warga di sebuah balai pertemuan yang kaku, para mahasiswa berjas almamater biru ini memilih metode jemput bola, melebur langsung ke dalam nadi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Edukasi ini dilakukan secara bertahap dan terstruktur untuk memastikan materi dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan.

Suasana keakraban memancar kuat dalam setiap sesi pertemuan. Tanpa adanya meja pembatas atau mimbar penyuluhan, para mahasiswa tampak nyaman duduk melingkar secara lesehan beralaskan karpet dan tikar di teras-teras rumah maupun area berkumpul warga. Mereka berbaur hangat dengan bapak-bapak yang mengenakan kain sarung dan peci, serta para ibu yang menunjukkan antusiasme tinggi di sela-sela waktu luang mereka. Melalui obrolan santai yang diselingi canda tawa, materi-materi berat seputar tantangan teknologi sukses diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat awam.

Lebih dari sekadar pemaparan teori, kekuatan utama dari program edukasi ini terletak pada praktik langsung. Di tengah perbincangan, para mahasiswa dengan sabar dan telaten mengajak para orang tua untuk mengeluarkan telepon seluler mereka masing-masing. Satu per satu, bapak dan ibu di Jalan Hasan Sanduk dipandu secara personal untuk menavigasi menu pengaturan di dalam gawai mereka. Para mahasiswa KKN Kelompok 417 ini mengajarkan langkah-langkah krusial, seperti cara mengaktifkan fitur pengawasan anak (parental control) pada perangkat, membatasi durasi penggunaan layar (screen time) harian, hingga trik mengatur algoritma pencarian agar terfilter dari konten-konten kekerasan, pornografi, maupun informasi yang tidak sesuai dengan usia perkembangan anak.

Langkah taktis yang diambil oleh Kelompok 417 ini lahir sebagai respons atas keresahan nyata yang kerap disuarakan oleh para orang tua di lingkungan tersebut. Banyak dari mereka yang tergolong sebagai imigran digital merasa gagap dan kewalahan saat harus mengimbangi anak-anak mereka yang lahir sebagai generasi digital native. Tujuan utama dari edukasi ini adalah untuk mendobrak paradigma lama yang menganggap bahwa solusi tunggal dari masalah ini adalah dengan melarang anak menggunakan gawai secara total. Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang berusaha menanamkan pemahaman bahwa di era kiwari, orang tua dituntut untuk berevolusi menjadi sosok pendamping sekaligus pengarah literasi digital yang cerdas bagi buah hatinya.

Pada akhirnya, apa yang telah dirintis oleh mahasiswa KKN Rekognisi Angkatan 84A Kelompok 417 di Kelurahan Sukajadi ini bukan sekadar pemenuhan program kerja kampus semata. Melalui dedikasi waktu dan tenaga, mereka tengah membangun sebuah fondasi pertahanan moral yang kuat bagi masa depan generasi Alpha di daerah tersebut. Pengetahuan tentang digital parenting yang telah berhasil ditransfer ke tengah-tengah warga RT 01 RW 01 diharapkan mampu menjadi perisai abadi bagi keluarga. Dengan peran aktif dari ayah dan ibu yang kini semakin melek teknologi, anak-anak di Kelurahan Sukajadi dapat berselancar di lautan informasi digital dengan lebih aman, menjadikan gawai sebagai sarana meraih prestasi, bukan sebagai ancaman bagi masa depan mereka.