Mabadiul Ihsan Banyuwangi: Edukasi Orangtua untuk Dampingi Anak di Era Digital
BANYUWANGI – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Yayasan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan Banyuwangi menghadirkan pendekatan berbeda dalam dunia pendidikan.
Tak hanya membekali siswa dengan literasi teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial, yayasan yang beralamat di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, ini juga mengedukasi orangtua agar mampu mendampingi anak secara bijak di era digital, melalui program parenting berbasis pembelajaran holistik.
Momentum yang digeber pada Kamis (12/2/2026), ini menjadi pengenalan program pendidikan holistik yang tengah dikembangkan lingkungan pesantren. Konsep ini tak hanya berfokus pada anak sebagai peserta didik, tetapi juga menghadirkan orang tua sebagai mitra utama dalam perjalanan pendidikan.
“Kami ingin mengenalkan kepada para anak-anak beserta orangtuanya sekalian tentang pembelajaran holistik yang sedang kita kembangkan di sini. Di pesantren ini, tidak semata-mata menyentuh anaknya saja. Tapi, juga menggugah kesadaran orangtua,” terang perwakilan Yayasan PP. Mabadiul Ihsan, Gus Rohmatullah.
Pendekatan holistik tersebut diterapkan di seluruh unit pendidikan di bawah naungan yayasan, terutama di SMP Plus Cordova dan MTs Mabadiul Ihsan. Pada jenjang ini, fase perkembangan anak menuju remaja dinilai sangat krusial.
“Masa-masa duduk di SMP/ MTs ini menjadi krusial. Perkembangan anak menuju remaja terjadi di fase ini. Jika salah memilih tempat belajar, konsekuensinya akan mempengaruhi masa depan anak,” tegas Gus Rohmat.
Tak berhenti pada penguatan karakter dan kemandirian, Mabadiul Ihsan juga menggandeng Dinas Pendidikan Banyuwangi untuk menghadirkan pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Langkah itu, menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan laju perkembangan teknologi yang kian pesat.
Dalam pelatihan tersebut, siswa dikenalkan pada dasar-dasar pemrograman, logika berpikir komputasional, hingga pemahaman awal tentang kecerdasan artifisial secara kontekstual dan ramah anak. Materi dikemas interaktif agar mudah dipahami sekaligus menumbuhkan minat terhadap dunia teknologi sejak dini.
Sementara itu, para orangtua mendapatkan kelas khusus parenting yang difokuskan pada penguatan pola asuh adaptif di era digital. Kelas ini menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam mendampingi penggunaan teknologi serta penanaman nilai karakter di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada para orangtua untuk bisa beradaptasi dalam mengasuh anak-anak di masa digital seperti saat ini. Sehingga orangtua tidak gagap dalam mendampingi anak di era digital ini,” ungkap narasumbernya, Dr. Nur Wiarsih.
Dengan sinergi antara pengenalan dunia digital yang tepat bagi anak serta kesadaran orangtua dalam mengawal tumbuh kembangnya, diharapkan lahir generasi yang adaptif, berkarakter, dan tak tercerabut dari nilai-nilai moral.
“Jangan sampai kita tergerus digitalisasi. Baik karena ketinggalan, maupun yang larut di dalamnya tanpa kejelasan,” tutup Nur Wiarsih.




