Krisis Energi Global: Asia Tenggara Hadapi Dilema Antara Penghematan dan Subsidi
Berita Pilihan

Krisis Energi Global: Asia Tenggara Hadapi Dilema Antara Penghematan dan Subsidi

Nalar Media - Gangguan pasokan minyak global memicu dilema besar bagi negara-negara Asia.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Friska Yolandha

Sebuah papan harga digital terlihat di stasiun bensin Shell di San Francisco, California, AS, 18 Maret 2026. Harga minyak mentah telah melonjak sejak serangan militer AS dan Israel terhadap Iran bulan lalu, menaikkan harga rata-rata bensin reguler menjadi US$3,57 per galon secara nasional, sementara di California rata-ratanya naik menjadi 5,33 dolar AS per galon.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran memicu krisis energi di seluruh dunia yang memaksa negara-negara untuk memilih antara menurunkan permintaan atau menaikan anggaran. Krisis ini juga mendorong pemerintah di seluruh dunia lebih fokus untuk menjaga pasokan daripada mempertahankan tren transisi energi.

Asia menjadi kawasan yang paling terdampak dari terhentinya pasokan minyak yang melewati Selat Hormuz. Celah sempit di pesisir Iran itu jalur utama seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.

Baca Juga

Polda Bali Kerahkan 965 Personel Amankan Pawai Ogoh-Ogoh di Denpasar

Pemudik Meninggal Dunia dalam Bus di Gilimanuk

Ini Cara Kirim Paket Aman ke Luar Negeri Jelang Lebaran

Pemerintah negara-negara Asia bersusah payah untuk menjaga cadangan minyak, menghemat energi, bersaing mendapatkan pasokan dan menekan lonjakan harga. Hal ini menghasilkan kesulitan lain: menghemat energi mungkin akan memperlambat aktivitas ekonomi. Memprioritaskan gas untuk rumah tangga juga dapat merugikan restoran dan bisnis lainnya.

"Penghematan energi sekecil apa pun dapat menghambat aktivitas industri," kata konsultan dari Control Risk Linh Nguyen, Ahad (17/3/2026).

Ia mencontohkan industri ekspor intensif energi Vietnam. Nguyen memperingatkan setiap penghematan atau kenaikan tarif energi dapat mendorong biaya produksi dan menahan produksi pabrik.

Para pengamat memperingatkan dilema ini akan menyebar tidak hanya di Asia tapi juga perekonomian-perekonomian importir minyak lainnya seperti di Afrika dan kawasan lain. Pasalnya seluruh negara di dunia berjibaku mendapatkan pasokan minyak yang kian langka.

"Situasi ini umum di semua sektor, tidak ada keputusan yang mudah diambil untuk jangka-pendek," kata pakar energi dari Energy Shift Institute Putra Adhiguna.

Meski sudah menggunakan cadangan minyak, negara-negara di Asia Tenggara tetap rentan terhadap lonjakan harga minyak. Pemerintah-pemerintah di kawasan meminta rumah tangga, bisnis, dan lembaga pemerintah untuk mengurangi penggunaan energi.

Pengendara motor mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite secara mandiri di SPBU Coco di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (11/3/2026). - (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)

Ikuti Whatsapp Channel Republika

sumber : AP

Advertisement

krisis energi global

Selat Hormuz

harga minyak dunia

Asia Tenggara

subsidi BBM

Indonesia

Donald Trump

Iran

pasokan energi

ekonomi global

Berita Terkait

Ekonomi - 16 jam yang lalu

Harga Minyak Kembali Tembus 80 Dolar AS, Pasar Waspadai Dampaknya ke IHSG

News - 21 June 2026, 16:42

Abdul Rahman Farisi: Kenaikan Pertamax Perlu Disikapi Bijak, BBM Bersubsidi Tetap Terjaga

Ekonomi - 21 June 2026, 14:01

Emas Pekan Depan Diprediksi Rp 2,55–2,79 Juta per Gram, Siap-Siap Investasi!

Ekonomi - 21 June 2026, 08:36

Harga Pertamax Diproyeksikan Turun Bertahap hingga Akhir 2026

Ekonomi - 20 June 2026, 23:00

Bitcoin Terkoreksi Usai FOMC, Ini Faktor yang Perlu Dicermati Investor

Ekonomi - 20 June 2026, 17:55

Sinergi Lintas Lembaga Penting Jaga Stabilitas Ekonomi

Ekonomi - 19 June 2026, 15:34

Pemadaman Listrik Berulang Terjadi, Ini Analisis dari Pakar UGM

Ekonomi Syariah - 19 June 2026, 14:15

Indonesia Naik ke Posisi Dua Destinasi Ramah Muslim Dunia

Berita Lainnya

News - Selasa , 23 Jun 2026, 00:45 WIB

Hakim Vonis Bebas Dua Terdakwa Korupsi Pengadaan Wastafel COVID-19 di Aceh

News - Selasa , 23 Jun 2026, 00:30 WIB

Pemkab Aceh Barat Temukan PKS Beli Sawit Petani di Bawah Harga Resmi

News - Selasa , 23 Jun 2026, 00:15 WIB

BPBD Aceh Barat Evakuasi Sarang Tawon Resahkan Warga Meulaboh

News - Selasa , 23 Jun 2026, 00:00 WIB

Polres Bengkalis Ringkus Buronan Kasus 15 Kg Sabu Setelah 3 Tahun Buron

Rejakarta - Senin , 22 Jun 2026, 23:59 WIB

RS Pelni Dorong Penguatan Kapabilitas Rumah Sakit Melalui Kolaborasi International Digital Health

You can share this post!