KONI Jateng Fokus Pembinaan Atlet untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga
Sumber Foto: Indoraya News
Olahraga

KONI Jateng Fokus Pembinaan Atlet untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga

INDORAYA – KONI Jawa Tengah menegaskan fokus besar pada pembinaan sumber daya manusia (SDM) olahraga sebagai strategi menjaga atlet potensial tetap membela daerah sekaligus mendongkrak prestasi menuju PON mendatang.

Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Tengah Budi Santoso menyampaikan pihaknya menjaga atlet potensial agar tidak berpindah ke daerah lain dengan memperkuat sistem pembinaan dan kesejahteraan atlet.

Ia, menyampaikan Jawa Tengah secara umum terus berupaya meningkatkan prestasi olahraga dengan memperkuat pembinaan sumber daya manusia olahraga, mulai dari atlet usia dini hingga atlet berprestasi.

Pernyataan tersebut disampaikan usai mengukuhkan dan melantik jajaran pengurus KONI Kabupaten Temanggung masa bakti 2025–2029 di Temanggung, Sabtu (7/2/2026).

Menurut dia, Jawa Tengah mampu kembali menembus peringkat tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang, sekaligus menyiapkan diri menjadi tuan rumah PON 2032.

Dalam konteks daerah, ia menilai Kabupaten Temanggung menyimpan potensi besar untuk pengembangan olahraga meski saat ini capaian prestasi di ajang Porprov masih berada di kelompok peringkat 22 besar.

“Melihat potensi wilayah, jumlah penduduk, serta pembinaan atlet usia dini dinilai masih sangat memungkinkan untuk ditingkatkan,” katanya.

Ia optimistis di bawah kepemimpinan Ketua KONI Temanggung yang baru, sinergi dengan pemerintah daerah, DPRD, serta dunia usaha dapat memperkuat pembinaan olahraga.

“Kolaborasi tiga pilar tersebut menjadi kunci peningkatan prestasi olahraga daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo menegaskan bahwa pembangunan olahraga harus melibatkan semua pihak dan menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah.

“Olahraga merupakan bagian penting pembangunan daerah. Karena itu, diperlukan dukungan seluruh stakeholder agar pembinaan atlet bisa berjalan maksimal,” katanya.

Ia menargetkan peningkatan peringkat Temanggung pada Porprov Jawa Tengah 2026 dengan target realistis memperbaiki posisi dari peringkat 22 menjadi minimal peringkat 20.

Meski demikian, ia mengakui tantangan pembinaan olahraga di daerah hampir seragam, terutama soal keterbatasan anggaran. Efisiensi anggaran yang terjadi secara nasional turut berdampak pada pembinaan atlet di berbagai wilayah.

“Kondisi anggaran hampir sama di semua daerah, namun kami tetap berupaya melakukan pembinaan secara optimal agar prestasi olahraga Temanggung terus meningkat,” katanya.