Ketegangan Meningkat: Iran Balas Serangan Israel dengan Rudal
Internasional

Ketegangan Meningkat: Iran Balas Serangan Israel dengan Rudal

Nalar Media - Ringkasan Berita:

Ledakan terdengar di ibu kota Teheran serta sejumlah lokasi lain di berbagai provinsi. Militer Israel mengklaim rudal juga ditembakkan dari Iran menuju wilayahnya sebagai serangan balasan.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait eskalasi terbaru ini. Namun, media pemerintah melaporkan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi “aman dan sehat”.

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, yang langsung dibalas dengan tembakan rudal.

Situasi di lapangan berkembang cepat, memicu evakuasi massal warga sipil hingga reaksi keras dari negara-negara besar dunia.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan Washington telah memulai “operasi tempur besar” di Iran. Pernyataan itu muncul tak lama setelah Israel mengonfirmasi peluncuran serangan rudal ke sejumlah target di wilayah Iran.

Ledakan terdengar di ibu kota Teheran serta sejumlah lokasi lain di berbagai provinsi. Militer Israel mengklaim rudal juga ditembakkan dari Iran menuju wilayahnya sebagai serangan balasan.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait eskalasi terbaru ini. Namun, media pemerintah melaporkan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi “aman dan sehat”.

Eksodus Warga Teheran

Situasi mencekam membuat arus kendaraan keluar dari Teheran membludak, terutama menuju provinsi-provinsi di utara. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran bahkan meminta hampir 10 juta penduduk ibu kota untuk meninggalkan kota.

Pemerintah memfasilitasi evakuasi tersebut dengan mendistribusikan bahan bakar di jalan tol utama yang padat. Juru bicara Bulan Sabit Merah Iran, Mojtaba Khaledi, mengungkapkan sedikitnya 20 dari 32 provinsi Iran menjadi sasaran serangan. Warga diminta menjauhi titik-titik yang terdampak.

Pemerintah Iran menegaskan stok pangan dan bahan bakar mencukupi. Para menteri serta gubernur di wilayah perbatasan juga diberi kewenangan tambahan untuk mengimpor kebutuhan pokok jika diperlukan.

Di tengah situasi darurat, universitas dan sekolah ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Proses belajar akan dialihkan secara daring jika memungkinkan. Sebelumnya, sejumlah kampus memang telah menerapkan sistem online akibat gelombang protes mahasiswa dalam beberapa pekan terakhir.

Eropa Kecam, Minta Perundingan Dilanjutkan

Tiga negara Eropa—Jerman, Prancis, dan Inggris—mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan sebagai respons atas aksi AS dan Israel.

Dalam pernyataan bersama, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan komitmen mereka terhadap stabilitas regional dan perlindungan warga sipil. Ketiganya juga menyerukan agar jalur diplomasi dan perundingan segera diaktifkan kembali.

Rusia dan AS Serukan Evakuasi

Di tengah meningkatnya risiko keamanan, Kedutaan Besar Rusia di Iran meminta warganya segera meninggalkan Iran melalui perbatasan Armenia atau Azerbaijan.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Lebanon juga mengeluarkan imbauan kepada warga Amerika agar segera meninggalkan negara tersebut.

Eskalasi terbaru ini menambah daftar panjang ketegangan antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran. Dunia kini menanti apakah konflik akan meluas menjadi perang terbuka atau kembali diarahkan ke meja perundingan.(*)

You can share this post!