Kejuaraan Esports Piala Ketua DPRD Pekalongan 2026 Dihadiri Ratusan Atlet
Sumber Foto: Pemerintah Kota Pekalongan
Olahraga

Kejuaraan Esports Piala Ketua DPRD Pekalongan 2026 Dihadiri Ratusan Atlet

Kota Pekalongan – Ratusan atlet muda hingga dewasa turut ambil bagian dalam Kejuaraan Electronic Sports ( Esports ) Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan Tahun 2026 yang digelar di Gor Unikal Kota Pekalongan, Senin (16/2/2026). Ajang bergengsi ini menjadi momentum pembinaan sekaligus pencarian bibit unggul atlet Esports di Kota Batik.

Ketua ESI Kota Pekalongan, Fuhuluddin, usai membuka kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa, antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat sebanyak 288 peserta resmi bertanding, dan jika ditambah pemain cadangan jumlahnya mencapai lebih dari 300 orang.

“Ada sekitar 288 orang pesertanya se-Kota Pekalongan. Tadi ada yang termuda dan tertua, memang kita buka seluas-luasnya, dari yang termuda sampai kalau bisa 60 tahun kalau ada dan masih mau ikut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga kategori permainan yang dipertandingkan dalam kejuaraan kali ini, yakni Mobile Legends (kategori berkelompok) dengan 32 slot tim atau total 160 orang, Free Fire (kategori berkelompok) dengan 24 slot tim atau total 96 orang dan E-football Console PS5 (kategori perorangan) dengan 32 slot dan seluruhnya terisi penuh.

Dari sisi usia, peserta termuda tercatat berusia 13 tahun (tingkat SMP), sementara peserta tertua berusia 45 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa e-sport mampu menjangkau berbagai kalangan usia.

Fuhuluddin menegaskan bahwa, tujuan utama penyelenggaraan kejuaraan ini bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga mengarahkan generasi muda ke aktivitas positif.

“Jadi kita intinya, di samping mencari dan mengejar prestasi, kita juga mencoba mengarahkan kepada hal-hal yang positif, khususnya untuk warga Kota Pekalongan,” tegasnya.

Terkait hadiah, ia menyebutkan bahwa penghargaan bagi para pemenang merupakan bentuk dukungan langsung dari Ketua DPRD Kota Pekalongan.

“Hadiah ini spesial dari Ketua DPRD Kota Pekalongan dengan total hadiah Rp10 juta,” imbuhnya.

Ia berharap, melalui ajang ini akan lahir atlet-atlet Esports berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Pekalongan di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

“Persiapan kita berusaha semaksimal mungkin. Kita juga berupaya mencari bibit-bibit atlet Esports untuk ke depannya. Harapannya Kota Pekalongan bisa meraih prestasi yang membanggakan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Pekalongan, Edywan, memberikan apresiasi penuh terhadap penyelenggaraan turnamen ini. Menurutnya, dukungan DPRD menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan olahraga, termasuk cabang olahraga Esports.

“Saya selaku Ketua KONI sangat apresiasi sekali dan mendukung dengan adanya kejuaraan Esports Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan ini. Berarti DPRD juga sangat support sekali. Kebetulan ini diadakan menjelang Porprov,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa, pada ajang Pra-Porprov sebelumnya, cabang Esports sudah masuk dalam prakualifikasi, khususnya di nomor Free Fire.

“Walaupun cabor baru tapi bisa masuk prakualifikasi itu sudah cukup bagus. Insyaallah nanti di Porprov Semarang Raya kita ada target, mudah-mudahan bisa masuk juara,” katanya optimistis.

Di tengah dominasi peserta laki-laki, terdapat satu peserta perempuan di kategori Mobile Legends yang mencuri perhatian. Ia adalah Naili Zulfa (15), siswi SMA 1 Pekalongan asal Kelurahan Tirto.

Naili mengaku baru pertama kali mengikuti turnamen resmi meski sudah lama bermain Mobile Legends sejak masuk SMP.

“Kalau bermain Mobile Legends sudah lama sejak awal SMP, cuma kalau untuk turnamen ini baru pertama kali,” ujarnya.

Ia bersama timnya yang merupakan teman-teman satu sekolah rutin berlatih di salah satu rumah temannya, terutama saat hari libur atau sepulang sekolah.

Meski sempat merasa gugup karena menjadi satu-satunya peserta perempuan di kategori tersebut, Naili tetap optimistis.

“Jujur awalnya takut karena lawannya cowok semua dan gugup, tapi targetnya tetap juara,” katanya mantap.

Keikutsertaan Naili menjadi bukti bahwa Esports semakin inklusif dan terbuka bagi siapa saja tanpa memandang gender maupun usia.

"Melalui kejuaraan ini, kami berharap pembinaan Esports semakin terarah dan berkelanjutan, sehingga Kota Pekalongan dapat melahirkan atlet-atlet digital yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di berbagai ajang kompetisi mendatang,"pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)