Kapal Perang Rusia Stoykiy Ikuti Latihan Keamanan Maritim di Selat Hormuz
RADAR MALIOBORO – Kapal korvet kelas Steregushchiy milik Angkatan Laut Rusia, Stoykiy (nomor lambung F545), telah merapat di pangkalan angkatan laut strategis Bandar Abbas, Iran, pada Rabu (18/2/2026).
Latihan trilateral ini, yang rutin digelar sejak 2019, kali ini mendapat perhatian tinggi karena berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah.
Selat Hormuz, jalur lintas minyak global yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, menjadi titik fokus utama.
Menurut laporan Maritime Executive dan TASS, korvet Stoykiy tiba di Bandar Abbas pada 14-18 Februari untuk kunjungan tidak resmi, di mana awak kapal melakukan pengisian ulang bahan bakar, air, dan logistik.
Setelah itu, kapal tersebut langsung melaksanakan latihan passing exercise (PASSEX) bilateral dengan kapal perang Iran di Teluk Oman, termasuk manuver koordinasi, komunikasi, dan prosedur keselamatan pelayaran sipil.
Nikolai Patrushev, Asisten Presiden Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Negara, menyatakan bahwa latihan Maritime Security Belt 2026 ini "sangat relevan" di tengah dinamika keamanan maritim saat ini.
Iran, sebagai tuan rumah, menegaskan tujuan latihan adalah memperkuat keamanan maritim, meningkatkan kerja sama antar angkatan laut, serta melatih respons cepat terhadap ancaman seperti pembajakan dan terorisme maritim.
Laporan dari media Iran seperti Mehr News Agency dan Tasnim menyebutkan bahwa kapal-kapal dari ketiga negara akan terlibat dalam berbagai skenario, termasuk latihan anti-kapal selam, tembakan langsung, dan operasi penyelamatan bersama.
Meski demikian, beberapa sumber menyebut latihan ini bersifat rutin tahunan, namun timing -nya kali ini bertepatan dengan kehadiran signifikan kapal induk Amerika Serikat di kawasan, termasuk USS Abraham Lincoln Carrier Strike Group yang sedang beroperasi di sekitar Laut Arab dan Teluk Oman.
Hingga kini, Angkatan Laut Iran belum merilis jadwal lengkap dan durasi latihan, tetapi aktivitas gabungan diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan ini.
Pergerakan kapal-kapal militer di Selat Hormuz terus dipantau ketat oleh berbagai pihak, termasuk satelit dan intelijen regional. (iwa)




