Intelijen Eropa: Rusia Tak Berencana Berdamai dengan Ukraina dalam Waktu Dekat
Warta Ekonomi, Jakarta -
Pejabat Intelijen Eropa mengungkapkan bahwa tidak ada sinyal perdamaian dalam waktu dekat untuk konflik dari Rusia-Ukraina. Moskow ingin perang terus berlanjut adn tak berniat untuk berdamai meski negosiasi dilakukan dengan Kiev.
Dikutip dari Reuters, Intelijen Eropa menilai menyebut tak ada harapan perang akan selesai dalam waktu dekat untuk Rusia dan Ukraina. Moskow menurutnya hanya melihat kesempatan untuk berdialog dengan Amerika Serikat (AS).
“Pembicaraan ini lebih menyerupai negotiation theatre,” kata Intelijen Eropa.
Rusia menurutnya hanya memanfaatkan pembicaraan sebagai sarana untuk mendorong pelonggaran sanksi dan membuka peluang kesepakatan bisnis, bukan untuk mencapai perdamaian substantif dengan Ukraina.
“Rusia tidak mencari perjanjian damai. Mereka mengejar tujuan strategisnya, dan tujuan itu tidak berubah," katanya.
Rusia menurut intelijen ini memiliki tujuan strategi yang mencakup menyingkirkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Ukraina juga berupaya disiapkan sebagai negara netral penyangga antara Rusia dan Barat.
Intelijen Eropa juga menyebut bahwa tak ada desakan untuk mengakhiri perang dari Rusia-Ukraina. Moskow tidak merasa terdesak secara ekonomi untuk segera mengakhiri konflik. Perekonomian Rusia dinilai tidak berada di ambang kehancuran, sehingga pemerintahannya tidak memiliki tekanan besar untuk mencapai perdamaian cepat.




