Inovasi Digital untuk Pertumbuhan Berkelanjutan di IEF 2026
Sumber Foto: Deliknews.com
Teknologi

Inovasi Digital untuk Pertumbuhan Berkelanjutan di IEF 2026

Sesi penutup hari pertama menghadirkan IEF Talks Panel 3 bertema “Innovate to Integrate: New Tech for a New Network” di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta. Diskusi menekankan keseimbangan antara teknologi, regulasi, dan sumber daya manusia.

Pemerintah pilih ‘sequence over speed’

Keynote pertama disampaikan oleh Dr. Sonny Sudaryana (Kementerian Komunikasi dan Digital). “Indonesia tidak mengejar pertumbuhan cepat dengan segala risiko. Kami memilih pertumbuhan yang terstruktur dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan kerangka 6C: Connectivity, Capital, Competency, Commerce, Compliance, dan Catalyst. “Digitalisasi harus menciptakan nilai, bukan sekadar mempercepat transaksi,” ujar Sonny.

Ia juga menyoroti pentingnya UMKM. “Jika kita ingin pertumbuhan 8 persen, kita harus mendigitalkan tulang punggung ekonomi, yaitu UMKM,” tegasnya.

Manusia sebagai kunci transformasi digital

Keynote kedua dibawakan oleh Dr. Rani Burchmore (ASEAN Youth for Digital Action). “Infrastruktur penting, tetapi manusia adalah penentu keberhasilan transformasi digital,” tegas Rani.

Ia memaparkan peran ION Academy. “Kami tidak hanya melatih, tetapi mengaktifkan ekonomi melalui keterampilan digital,” katanya.

“Tujuan kami bukan sekadar sertifikat, tetapi pekerjaan nyata dan peningkatan produktivitas UMKM,” tambahnya.

Open network melawan monopoli platform

Panel dipandu oleh Nalin Singh (Orbit Future Academy) dengan panelis Balaje Rajaraman (NammaYatri), Sanjeev Gupta (Remiges), dan Ravish Sahay (SequelString). Balaje Rajaraman berbagi pengalaman India. “Melalui model open network, pengemudi kami bisa mendapat pendapatan lebih tinggi karena tidak dibebani komisi besar,” ujarnya.

“Ini membuktikan bahwa teknologi bisa berpihak pada pekerja, bukan hanya platform,” tambahnya.

Sanjeev Gupta menekankan aspek teknis ONDC. “Open network dirancang agar tak terlihat oleh pengguna akhir, tetapi bekerja sebagai infrastruktur dasar di balik layar,” jelasnya.

“Ini seperti jalan tol digital bagi perdagangan,” katanya.

Ravish Sahay menyoroti skalabilitas solusi berbasis open network. “Kami membangun aplikasi yang bisa dipakai lintas kota dan sektor, dari transportasi hingga pembayaran,” ujar Ravish.

“Model ini memberi fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya,” tambahnya.

Penutup panel

Diskusi menegaskan bahwa keberhasilan ION akan bergantung pada inovasi berkelanjutan, talenta digital yang kuat, serta kolaborasi pemerintah dan swasta.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Jatim Rek

Kapolres Tuban Terima Penghargaan PWI Tuban di Puncak HPN 2026

2 hari yang lalu

Semarak Puncak HPN 2026 di Tuban, Ratusan Pelari Ikuti PWI Fun Run Colour Night 2

2 hari yang lalu

Kodim 0811 Tuban Mensupport Atlet Tanding di Kejurprov Woodball Jatim

6 hari yang lalu

Di Tengah Geopolitik Global, BHS Usul BBM subsidi Diprioritaskan Untuk Transportasi Publik, Ini Dampaknya

1 minggu yang lalu

Indeks

Bisnis

Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz

1 jam yang lalu

Bisnis

Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR hingga 40% pasca USDT Sentuh Rp17.000

2 jam yang lalu

Bisnis

Untuk Keselamatan dan Kelancaran Perjalanan, Sejumlah KA Dialihkan Melewati wilayah Daop 2 Bandung Imbas Gangguan Perjalanan KA di Stasiun Bumiayu

2 jam yang lalu

Bisnis

KAI Daop 2 Bandung bersama KAI Commuter dan KAI Services Gelar Senam Sehat Gratis dan Layanan Kesehatan Untuk Masyarakat di Stasiun Cimahi Selatan

3 jam yang lalu

Bisnis

Lonjakan Signifikan Pengguna LRT Jabodebek Selama Libur Panjang, Tumbuh Lebih dari 138% dibanding 2025

6 jam yang lalu

Index Berita