Nalar Media - Jakarta -
Seorang influencer asal China tengah menjadi sorotan setelah membagikan video proses persalinan istrinya yang berlangsung selama 23 jam. Bukannya mendapat simpati, video tersebut justru menuai beragam kritik dari warganet.
Melansir SCMP, Influencer yang dikenal dengan nama akun 'Paul in USA' itu memiliki lebih dari 12 juta pengikut di Douyin. Sejak 2019, pria kelahiran 1990 itu rutin membagikan kehidupan sehari-harinya di Seattle dengan gaya khas yang membuatnya cepat dikenal. Namun sayang, konten terbarunya justru memicu kontroversi.
Baca juga: Kontroversi Influencer Giveaway Rolex Rp 370 Juta, Berujung Kacau & Dihujat
Dalam video yang diunggah, Paul merekam hampir seluruh proses persalinan sang istri. Ia mengungkapkan bahwa proses melahirkan tersebut berlangsung selama 23 jam dan diwarnai komplikasi serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang istri dilaporkan mengalami robekan perineum tingkat tiga, salah satu cedera persalinan berat yang berisiko menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. Tak hanya itu, istrinya juga mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan dan kehilangan lebih dari 3.000 mililiter darah.
Baca juga: Influencer Kesehatan Mental Ditemukan Meninggal di Usia 19, Ini Penyebabnya
Kondisinya sempat kritis hingga harus menjalani operasi darurat dan transfusi darah. Beruntung, setelah mendapat penanganan intensif, ibu dan bayi perempuan mereka dinyatakan selamat.
ADVERTISEMENT
Meski akhirnya berujung bahagia, banyak warganet mempertanyakan keputusan Paul yang tetap merekam bahkan saat kondisi darurat terjadi. Beberapa bagian video juga memperlihatkan tubuh istrinya dalam kondisi terbuka, sehingga memicu perdebatan soal privasi dan etika.
Kontroversi semakin memanas setelah diketahui bahwa video tersebut disisipi iklan popok. Paul bahkan membacakan langsung skrip promosi di tengah tayangan proses persalinan. Tak sedikit yang menilai langkah itu tidak sensitif dan terkesan memanfaatkan momen genting demi keuntungan komersial.
Karena banjir kritik, video tersebut pun akhirnya dihapus.
Pada 10 Februari, sang istri angkat bicara lewat media sosial. Ia menjelaskan bahwa niat awal mereka adalah mendokumentasikan proses persalinan secara jujur dan apa adanya. Mereka merasa rekaman itu bisa memberi gambaran nyata tentang risiko melahirkan namun tak menyangka jika hal itu akan memicu kontroversi.
Meski demikian, penjelasan tersebut tak cukup meredakan kritik. Sehari setelah klarifikasi itu muncul, akun 'Paul in USA' dilaporkan diblokir oleh platform karena dianggap melanggar kebijakan yang berlaku.
(vio/vio)
Tags
influencer kontroversi persalinan video melahirkan etika media sosial privasi kritik warganet kesehatan ibu douyin promosi komersial
Lihat lainnya