Indonesia Bebaskan Bea Masuk Komoditas Pertanian AS untuk Dukung Industri
Sumber Foto: Riau Online
Ekonomi

Indonesia Bebaskan Bea Masuk Komoditas Pertanian AS untuk Dukung Industri

RIAU ONLINE, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso pastikan bea masuk sejumlah komoditas asal Amerika Serikat (AS) ditiadakan, setelah perjanjian tarif resiprokal disepakati oleh kedua pemimpin negara.

Budi menyebutkan bahwa semua produk yang diimpor dari AS merupakan produk yang dibutuhkan oleh Indonesia, sebab lebih banyak bahan baku yang tidak dimiliki Indonesia.

"Memang kita butuhkan, karena kebanyakan bahan baku. Kedelai kita juga butuh, kita impor terbesar dari Amerika," kata Budi, dikutip dari KUMPARAN, Jumat, 20 Februari 2026.

"Kalau kita nggak mempermudah itu justru menyusahkan industri kita. Gandum juga kita butuh, kita butuh banyak. Yang kita nggak punya," imbuhnya.

Baca Juga

Tim SAR Lakukan Pencarian Bocah 8 Tahun yang Tenggelam di Sungai Ngaso Rohul

Polda Riau Tetapkan Sembilan Tersangka Perusakan dan Perambahan TNTN

Menang Kasasi MA, Mantan Dekan Fisipol Kampus di Pekanbaru Bebas dari Tuduhan Asusila

Menurut Budi, jika bahan baku impor lebih mudah masuk dan dengan harga terjangkau, biaya produksi menjadi lebih murah juga. Dengan demikian tidak akan mengerek harga jual.

"Jadi saya kira nggak masalah, ya justru harus begitu malah. Biar industri kita bisa berjalan. Caranya untuk murah ya dipermudah. Biar kita nggak belinya mahal. Nah kalau kita beli mahal nanti harga makanan mahal juga," ujarnya.

Sebelumnya Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia memberikan tarif 0 persen atau bebas bea masuk untuk produk pertanian Amerika Serikat (AS).

Airlangga menyebutkan salah satu komoditas yang banyak diimpor oleh Indonesia dari AS adalah kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu. Selain itu, bahan baku mi yaitu gandum untuk tepung terigu yang juga dibebaskan bea masuk.

"Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0 persen untuk barang yang diproduksi dari soya bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe," kata Airlangga.