HIPMI Papua Tengah Dorong Hilirisasi dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Sumber Foto: Tribunpapuatengah.com
Ekonomi

HIPMI Papua Tengah Dorong Hilirisasi dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Ringkasan Berita:

BPD HIPMI Papua Tengah menetapkan strategi pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam dan penguatan UMKM sebagai prioritas pasca-Sidang Dewan Pleno 2026 di Makassar.

Ketua Umum Yoti Gire menegaskan komitmen hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi Arabica serta percepatan digitalisasi ekonomi.

Langkah ini bertujuan menciptakan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi daerah.

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia

‎TRIBUNPAUATENGAH.COM, PANIAI - Gelaran Sidang Dewan Pleno (SDP) HIPMI 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi momentum kebangkitan bagi pengusaha muda asal Provinsi Papua Tengah untuk membedah potensi ekonomi di tanah kelahiran.

Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Provinsi Papua Tengah menetapkan arah kebijakan organisasi dengan mengedepankan pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) yang komprehensif.

Strategi ini dirancang untuk merangsang aktivitas usaha melalui kolaborasi strategis antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat adat guna meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah DOB tersebut.

Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Papua Tengah, Yoti Gire, menegaskan bahwa pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) harus diimbangi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

HIPMI pun berkomitmen mendorong keunggulan komparatif spesifik daerah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Pendekatan berbasis potensi lokal menjadi fondasi utama dalam setiap rencana aksi yang akan dijalankan oleh jajaran pengusaha muda di Papua Tengah.

"Kami berfokus pada pemanfaatan SDA dengan mendorong SDM dan keunggulan komparatif spesifik yang dimiliki daerah," tegas Yoti dalam keterangan resminya, Senin (16/2/2026) malam.

Yoti menjelaskan bahwa pemberdayaan komunitas menjadi kunci dalam mengelola pembangunan ekonomi yang inklusif di tingkat akar rumput.

Masyarakat lokal diberikan kendali dan partisipasi langsung dalam merencanakan serta memutuskan arah pembangunan ekonomi di lingkungan mereka sendiri.

Pola ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang kuat dan tidak hanya bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat.

Sinergi kolaboratif melalui konsep Pentahelix yang melibatkan akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan media juga menjadi agenda prioritas.

HIPMI Provinsi Papua Tengah berupaya memperkuat sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi melalui kemudahan akses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Pelatihan vokasi yang memiliki keterkaitan langsung (link and match) dengan dunia industri akan diselenggarakan secara rutin untuk menciptakan tenaga kerja terampil," tutur Yoti.