Harga Pangan di Probolinggo Terkendali Menjelang Ramadan
Sumber Foto: Radar Bromo
Ekonomi

Harga Pangan di Probolinggo Terkendali Menjelang Ramadan

KRAKSAAN, Radar Bromo - Satgas Pangan Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah instansi kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga komoditas di pasar tradisional, Rabu (18/2). Sehari sebelum Ramadan, ada beberapa komoditas yang naik.

Ini terlihat saat satgas mendatangi Pasar Semampir. Sidak melibatkan jajaran Polres Probolinggo, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), serta tim dari Badan Pangan Nasional yang turun langsung dari pusat.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembar Mertadana, menjelaskan, pemantauan ini merupakan bagian dari langkah preventif menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Probolinggo.

“Tim dari Badan Pangan Nasional memang berkeliling ke berbagai wilayah. Sejak kemarin dari Mojokerto, lalu ke Lumajang, dan hari ini di Kabupaten Probolinggo. Pemantauan dilakukan secara simultan,” ujarnya.

Dari hasil sidak, ditemukan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabai, telur, dan daging ayam potong. Meski demikian, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali.

“Berdasarkan wawancara dengan pedagang, ini merupakan siklus tahunan. Biasanya naik di awal Ramadan, turun di pertengahan, lalu naik kembali menjelang akhir,” tambahnya.

Untuk komoditas lain, seperti beras dan minyak goreng, kondisi dinilai stabil. Harga beras SPHP tercatat sekitar Rp 14.700 per kilogram, sementara minyak goreng berada di kisaran Rp 15.700 per liter.

Beras kemasan 5 kilogram dijual sekitar Rp 58 ribu hingga Rp 59 ribu. “Stok komoditas Alhamdulillah terjaga. Jadi secara umum tidak ada masalah ketersediaan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Mahdzin Sareza, memastikan ketersediaan bahan pokok tidak hanya aman di Pasar Semampir, tetapi juga di seluruh pasar tradisional di wilayah tersebut.

“Laporan yang kami terima, stok terjaga. Masyarakat tidak perlu khawatir. Kenaikan harga masih bisa ditoleransi,” jelasnya.

Ia mencontohkan harga cabai rawit kini mencapai Rp 90 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp 70 ribu. Cabai besar naik menjadi Rp 30 ribu dari kisaran Rp 18-20 ribu per kilogram. Sementara harga tomat relatif rendah, sekitar Rp 4.000 per kilogram.

Khusus daging ayam, perbedaan harga dengan daerah lain cukup mencolok, mencapai selisih Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu.

“Di Kabupaten Probolinggo belum ada peternak yang mampu menyuplai kebutuhan satu juta warga. Karena itu, kami menggagas kerja sama antar daerah dengan sentra produksi seperti Kabupaten Blitar dan Lumajang agar biaya produksi bisa ditekan,” terangnya.

Pemerintah daerah bersama Satgas Pangan berkomitmen terus melakukan pengawasan intensif selama Ramadan guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.

Langkah koordinasi lintas daerah hingga operasi pasar menjadi opsi yang disiapkan bila diperlukan.

"Dengan stok yang dipastikan aman serta kenaikan harga yang masih terkendali, masyarakat diharapkan tetap tenang menyambut Ramadan tanpa kekhawatiran berlebih terhadap kebutuhan pangan sehari-hari. Pemerintah pun memastikan akan terus hadir menjaga stabilitas harga hingga Hari Raya nanti," ujarnya. (mu /fun)