Harga Cabai di Jembrana Melonjak Hingga Rp100 Ribu Jelang Puasa
RRI.CO.ID, Negara - Memasuki bulan puasa 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Jembrana mulai merangkak naik. Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan signifikan adalah cabai rawit, yang kini menembus Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat serta terbatasnya pasokan dari Pulau Jawa.
Salah seorang pedagang sembako, Putu Ari mengatakan lonjakan harga cabai mulai terasa dalam tiga hari terakhir.
“Awalnya masih di kisaran Rp 75 ribu sampai Rp 80 ribu per kilogram. Sekarang sudah naik jadi Rp 100 ribu per kilogram,” ujarnya, Jumat, 20 Februari 2026.
Pedagang berusia 54 tahun itu menambahkan, selain cabai rawit, komoditas bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan. Harga yang sebelumnya sekitar Rp 25 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
Menurutnya, kenaikan harga diduga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan menjelang puasa. Di sisi lain, distribusi pasokan, khususnya cabai dari Jawa, tidak berjalan normal.
“Kiriman dari Jawa berkurang. Kemarin saya pesan lima kilogram, tapi yang datang hanya dua kilogram,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Jembrana, Citrarasmi, menyebut fluktuasi harga sejumlah komoditas terus dipantau setiap hari. Ia menjelaskan, cabai menjadi komoditas yang paling sering mengalami perubahan harga, bahkan bisa berbeda di tiap pasar.
“Kenaikan sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Harga cabai yang naik turut mempengaruhi komoditas lainnya,” jelasnya.
Citrarasmi menambahkan, lonjakan harga dipengaruhi tingginya permintaan menjelang bulan puasa, sementara pasokan dari luar daerah, terutama Jawa, mengalami penurunan.




