Gubernur Jateng Tinjau Pasar Ambarawa, Cek Harga Pangan Jelang Ramadhan
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Semarang Ngesti Nugraha meninjau Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat, untuk mengecek stok dan harga bahan komoditas pangan strategis pada Ramadhan 1447 H.
Dalam tinjauan itu, Luthfi berkeliling pasar lalu berdialog dengan sejumlah pedagang dan pengunjung untuk menanyakan mengenai harga-harga bahan pangan.
Berdasarkan tinjauan yang dilakukan, harga pangan relatif terkendali di pasar tersebut, namun terdapat beberapa kenaikan harga pada beberapa bahan pokok penting, seperti cabai rawit merah dan bawang merah yang berada di atas harga acuan pembelian (HAP).
Di tengah tinjauan, Luthfi langsung menginstruksikan kepada Direktur Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk melakukan operasi pasar, terkait sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga tersebut.
"Koordinasi dengan dinas atau instansi terkait," katanya, setelah mendengar keluh kesah pedagang.
Untuk memastikan stok pangan, stabilitas harga dan keterjangkauan harga bahan pangan, kata dia, Pemprov Jateng melalui Dinas Ketahanan Pangan akan menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) sampai Maret 2026 di seluruh kabupaten/kota.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng Sri Broto Rini mengatakan bahwa Jateng mengalami surplus pangan dalam jumlah besar, khususnya beras.
Namun, diakuinya, ada peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan ini.
"Memasuki bulan Ramadhan, 12 komoditas pangan strategis di Jawa Tengah stoknya semua masih aman," katanya.
Diakuinya, memang ada kenaikan harga pangan dalam beberapa minggu terakhir, khususnya memasuki bulan Ramadhan, salah satunya yang naik secara signifikan adalah cabai, dengan harga rata-rata sekitar Rp80 ribu per kilogram di tingkat konsumen.
"Juga ada peningkatan beberapa komoditas pangan di tingkat konsumen seperti daging ayam dan daging sapi. Sudah mulai naik tapi belum sampai batas HAP. Jadi, masih aman," jelasnya.
Terkait kenaikan harga cabai dan beberapa komoditas penting itu, kata dia, juga dipengaruhi oleh peningkatan permintaan dari luar Jateng, khususnya dari Jakarta.
Ia menyebutkan harga cabai di Jakarta saat ini menyentuh sekitar Rp100 ribu per kilogram sehingga banyak pedagang yang mengirim ke sana.
"Akibatnya harga di Jawa Tengah ikut naik juga meskipun tidak signifikan seperti di Jakarta," katanya.
Untuk mengatasi kenaikan harga cabai tersebut, Pemprov setelah melakukan sejumlah intervensi, salah satunya adalah subsidi harga tingkat konsumen.
"Kami melakukan penugasan melalui JTAB, dengan menjual cabai dengan harga Rp65 ribu per kilogram, supaya masyarakat atau konsumen lebih bisa menjangkau," katanya.




