Nalar Media - HARIAN DISWAY - Na Willa resmi tayang serentak di bioskop pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran. Mengusung genre keluarga, film yang disutradarai Ryan Adriandhy itu berlatar di Krembangan, Surabaya, pada 1960-an.
Na Willa, gadis kecil berusia enam tahun menjadi tokoh utama. Tokoh itu diadopsi dari buku anak karya Reda Gaudiamo. Kini, publik bisa melihat perwujudan tokoh tersebut dalam diri Luisa Adreena.
"Kami mencari daerah yang bisa merealisasikan ingatan Na Willa atas Surabaya tahun 1968. Ini bukan film sejarah tetapi periode hidup Na Willa, saat dia hidup di situ,” ujar Ryan dalam keterangannya di YouTube Visinema Pictures.
Oleh Na Willa, penonton dibawa ke dunia anak-anak zaman itu yang penuh warna. Warna yang tidak jauh berbeda dengan dunia anak-anak masa kini.
Rumah Na Willa khas rumah lawas di perkampungan Surabaya. Namun, kamar Na Willa menjadi objek yang menyenangkan bagi semua anak.
Tak hanya Na Willa, kawan-kawannya pun bermain di kamar kecil yang sederhana, tapi banyak mainan itu. Ada boneka, kerajinan tangan, dan ayunan yang dibuatkan Pak (panggilan Na Willa kepada ayahnya).
Di kamar itu juga, Na Willa banyak belajar bersama sang ibu. Terutama, membaca dan mengeja tulisan. Adegan Na Willa di rumah memang lebih banyak bersama Mak (panggilan Na Willa kepada ibunya).
Sebab, Pak yang diperankan Junior Liem adalah pelaut yang jarang berada di rumah. Di rumah itu, selain Mak, ada pula Mbok (pembantu rumah tangga di rumah Na Willa).
Dalam salah satu adegan, Pak pulang ke rumah dan bertemu Na Willa di depan rumah. "Kamu siapa?" tanya Na Willa dengan polos kepada pria di depannya.
Adegan itu membuat penonton tertawa. Saking lamanya Pak meninggalkan rumah, Na Willa sampai pangling. Kendati demikian, setelah mengenali sang ayah, Na Willa langsung akrab dengan Pak.