Empat Keluarga di Gunungkidul Masih Mengungsi Akibat Longsor
GUNUNGKIDUL, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sebanyak empat keluarga di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Ngawen, masih bertahan di pengungsian hingga Kamis (19/2/2026).
Dari total 12 rumah yang terdampak material longsor, sebanyak delapan rumah sudah berhasil dibersihkan dari lumpur dan sisa material lainnya.
“Masih ada empat rumah masih belum bisa dihuni. Jadi warga dari empat rumah itu sampai sekarang masih mengungsi di rumah saudaranya yang lokasinya juga tidak begitu jauh dari sini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono saat dihubungi melalui telepon, Kamis.
Purwono menjelaskan bahwa proses pembersihan empat rumah yang tersisa akan dilanjutkan pada Jumat (20/2/2026).
BPBD berkomitmen melakukan pembersihan hingga seluruh hunian warga benar-benar bebas dari material longsoran seperti lumpur, pohon, dan bebatuan sehingga layak untuk ditinggali kembali.
Gunakan Pompa Air Bersihkan Lumpur
Dalam proses evakuasi material, petugas di lapangan memanfaatkan aliran air yang terus mengalir dari perbukitan pascabencana. Air tersebut ditampung dan disedot menggunakan mesin diesel untuk menyemprot sisa-sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah warga.
“Kami melakukan penyemprotan dengan air yang sampai saat ini terus mengalir dari perbukitan, kami tampung kemudian kami sedot dengan mesin penyedot, kita bendung, kita dorong dengan diesel lalu kita alirkan untuk membersihkan rumah-rumah warga,” jelas Purwono.
Selain pembersihan rumah, BPBD juga berencana menormalisasi aliran sungai di sekitar Padukuhan Jono yang tertutup longsoran. Alat berat akan dikerahkan untuk memperlebar dan memperdalam parit guna mengantisipasi banjir susulan.
Terkait wacana relokasi, Purwono menyebut pemilik rumah yang berada di posisi paling atas sudah menyatakan kesiapannya untuk dipindah, namun teknis pelaksanaannya masih menunggu koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul.
Cuaca Ekstrem Picu 37 Titik Longsor
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, memaparkan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi pada Selasa dan Rabu pekan ini memicu rentetan bencana di berbagai wilayah. Hingga saat ini, tercatat ada 37 titik longsor yang tersebar di Kapanewon Gedangsari, Nglipar, Ngawen, dan Semin.
Selain tanah longsor, dampak banjir juga dilaporkan terjadi di sembilan titik di Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari. Kondisi ini memicu perhatian serius dari Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, yang meminta pemerintah daerah segera memperkuat mitigasi bencana melalui perluasan jaringan Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana).
“Lokasi terparah dari cuaca ekstrem terjadi di Kapanewon Gedangsari dan Ngawen. Jangan sampai setelah ada kejadian besar, baru bertindak. Akan lebih baik, kalau penguatan mitigasi kebencanaan dilakukan mulai dari sekarang,” tegas Endang saat meninjau lokasi banjir di Tegalrejo.




