Nalar Media - Jakarta, CNBC Indonesia- Kinerja ekspor komoditas andalan Indonesia yaitu minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), besi dan baja dan batu bara tidak begitu baik pada Januari 2026. Dua dari tiga komoditas tercatat alami penurunan cukup signifikan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan batu bara secara nilai turun 16,04% (year on year/yoy) menjadi US$ 1,82 miliar. Porsi dari komoditas ini mencapai 8,56%. Secara volume juga turun 2,87%.
"Batu bara 16,04%," ungkap Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3/2026)
Baca:
Utang Dunia Tembus Rekor Baru US$348 T, Ini Dia Biang Keroknya
Selanjutnya adalah komoditas besi dan baja dengan share 9,97% yang mengalami penurunan ekspor 0,13% menjadi US$2,12 miliar. Meski demikian secara volume naik 6,65%.
CPO menjadi satu-satunya komoditas andalan yang tumbuh positif sebesar 59,63% menjadi US$2,29 miliar dengan share 10,78%. Secara volume ekspor naik 77,07%. "Ekspor CPO dan turunannya naik 59,63%," jelasnya.
(mij/mij) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ekspor Turun Jadi US$22,53 M di Maret, Jualan Batu Bara-Kopi RI Lesu