Dwi Sasetyaningtyas: Kontroversi Nasionalisme dan Beasiswa LPDP
Hiburan

Dwi Sasetyaningtyas: Kontroversi Nasionalisme dan Beasiswa LPDP

Nalar Media - JP Radar Kediri - Nama Dwi Sasetyaningtyas tengah menjadi sorotan publik. Ia menuai kontroversi setelah mengunggah video di Instagram yang menampilkan kebahagiaannya menerima paket berisi paspor dan surat resmi yang menyatakan putranya telah berstatus sebagai warga negara Inggris.

Dalam video tersebut, Dwi yang kini dikenal menetap di Inggris tampak antusias membagikan kabar tersebut. Namun, narasi yang disampaikannya justru memicu reaksi keras dari warganet.

Sebagian pihak menilai pernyataannya terkesan menyinggung Indonesia dan merugikan perasaan masyarakat. Unggahan itu pun cepat menyebar dan memantik mencakup luas di media sosial.

Sorotan semakin tajam setelah terungkap bahwa Dwi merupakan alumni penerima beasiswa negara dari LPDP. Suaminya, Arya Iwantoro, juga tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP untuk jenjang S2 dan S3 yang menyelesaikan studi di Belanda.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kemudian menjatuhkan sanksi daftar hitam permanen kepada keduanya, (23/2). Dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Purbaya menegaskan akan mem-blacklist permanen Dwi Sasetyaningtyas dan suami sehingga tidak dapat bekerja di instansi pemerintah mana pun.

Usai lulus dari ITB, ia melanjutkan studi magister ke Belanda melalui beasiswa LPDP di bawah Kementerian Keuangan. Tyas menyelesaikan program master di Delft University of Technology (TU Delft) pada bidang teknologi energi berkelanjutan dan lulus pada 31 Agustus 2017. TU Delft sendiri dikenal sebagai salah satu universitas teknologi terbaik di Eropa dan termasuk kampus jajaran teknik papan atas dunia.

Bekal pendidikan tersebut menjadi fondasi bagi kiprahnya di sektor energi dan kemiskinan. Setelah merampungkan studi di Belanda, Dwi Sasetyaningtyas aktif mengembangkan karier sebagai aktivis sekaligus pengusaha sosial yang fokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan.

Pada tahun 2018, Tyas mendirikan platform bernama Sustaination. Platform ini fokus pada edukasi gaya hidup ramah lingkungan, kampanye keberlanjutan, serta kurasi produk-produk ramah lingkungan yang mendukung pola hidup berkelanjutan.

Awalnya berbasis di Belanda, Sustaination kemudian berkembang di Indonesia sebagai platform digital sekaligus toko dare yang mempromosikan produk ramah lingkungan. Melalui kanal tersebut, Tyas mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke pilihan konsumsi yang lebih sadar lingkungan.

Sustaination juga dikenal aktif mengangkat isu pengurangan plastik sekali pakai, mempromosikan produk lokal berkelanjutan, hingga edukasi keberlanjutan bagi keluarga muda. Selain mengelola platform tersebut, Tyas kerap menjadi pembicara dalam berbagai forum tentang keberlanjutan dan kewirausahaan sosial, terutama di kalangan profesional muda dan komunitas diaspora.

Nama panggilan: Tyas

Tahun masuk S1: 2009

Almamater S1: Institut Teknologi Bandung

Jurusan S1: Teknik Kimia

Tahun lulus S1: 2013

IPK S1: 3,34

Almamater S2: Universitas Teknologi Delft

Tahun studi S2: 2015–2017

You can share this post!