Donasi untuk Keluarga Van Der Beek: Dukungan dan Kritikan di Tengah Biaya Perawatan Tinggi
Sumber Foto: Tempo.co
Sosial

Donasi untuk Keluarga Van Der Beek: Dukungan dan Kritikan di Tengah Biaya Perawatan Tinggi

Dalam keterangannya tertulis bahwa Kimberly, istri Van Der Beek, dan keenam anaknya menghadapi "masa depan yang tidak pasti" dan "kehabisan dana" untuk biaya perawatan medis Van Der Beek. Selain untuk membiayai kebutuhan pokok sehari-hari dan pendidikan, donasi tersebut nantinya juga akan digunakan Kimberly untuk melunasi rumah yang kini mereka tinggali.

Sejak Senin, 16 Februari 2026, jumlah donasi yang terkumpul pun telah mencapai angka USD 2,64 juta atau setara Rp 44,4 miliar. People bahkan mencatat donasi mencapai lebih dari USD 2,2 juta atau senilai Rp 37 miliar hanya dalam 48 jam pertama. Angka tersebut tak terkecuali USD 25.000 dari sutradara Steven Spielberg, USD 10.000 dari sutradara Wicked Jon M. Chu, dan aktris Zoe Saldana yang telah menyetel donasi rutin senilai USD 2.500 per bulannya.

Kritik dan Dukungan bagi Keluarga Van Der Beek

Penggalangan dana untuk keluarga Van Der Beek turut menuai kritik dari beberapa orang yang merasa sumbangan tersebut tak pantas diberikan. News.com.au melaporkan bahwa orang-orang yang mengkritik bersandar pada argumen terkait kesuksesan karier Van Der Beek dalam dunia seni peran.

Belum lagi dengan pembelian properti seluas 36 hektar di Austin, Texas seharga USD 4,76 juta hanya 33 hari sebelum berpulangnya sang aktor. Namun, perwakilan Van Der Beek mengklarifikasi pada Ahad, 15 Februari 2026 bahwa ia mendapatkan uang muka untuk properti tersebut dengan bantuan beberapa teman sehingga dapat beralih dari sewa ke hipotek.

Kendati demikian, laporan serupa menunjukkan bahwa hal tersebut tak lantas menghentikan kritik terhadap keluarga Van Der Beek. " James Van Der Beek membeli properti peternakan seharga USD 4,7 juta dan meminta uang untuk pengobatan kanker mungkin merupakan salah satu aksi iseng terbesar dalam sejarah," tulis salah satu akun X.

" Saya menyumbangkan seluruh dana kuliah anak saya ke GoFundMe milik James Van Der Beek," klaim seseorang, " dan sekarang saya merasa tertipu karena dia membeli sebuah peternakan seharga USD 5 juta tepat sebelum dia meninggal."

Di sisi lain, tak sedikit pula yang justru mendukung keputusan Van Der Beek dalam membeli properti tersebut dan menyebut sang aktor hanya memastikan keluarganya terurus. " Di hari-hari terakhir hidupnya, dia memastikan keluarganya hidup stabil dengan membeli rumah yang selama ini mereka sewa. Itu patut dipuji," tulis seseorang.

" Mengapa ini dibicarakan? Dia ingin keluarganya baik-baik saja sebelum dia meninggal. Biarkan keluarga dan teman-temannya berduka dengan tenang," komentar seseorang yang lain.

Mahalnya Biaya Perawatan Kesehatan di Amerika

Kesulitan finansial yang dialami keluarga Van Der Beek setelah perjuangan panjang melawan kanker rupanya bukan sebatas isapan jempol belaka. Mengacu laporan BBC, Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan sistem kesehatan termahal di dunia dengan pengeluaran mencapai USD 5,9 triliun atau Rp 99,27 kuadriliun. Data terbaru pun menunjukkan sekitar 100 juta orang di AS diperkirakan kesulitan untuk melunasi utang perawatan kesehatan medis dan gigi.

Pengobatan kanker bisa sangat mahal di AS dengan beberapa penelitian menunjukkan biaya rata-rata bulanan untuk kemoterapi berkisar USD 1000 hingga USD 12.000. Menurut wakil presiden kebijakan Undue Medical Debt Eva Stahl, besarnya biaya tersebut ditengarai karena sistem perawatan kesehatan swasta di AS.

Bahkan bagi orang dengan asurasi kesehatan pun, lanjut Stahl, tetap berpotensi menghadapi biaya deductible tinggi mencapai ribuan dolar yang harus dikeluarkan dari kocek pribadi. "Ketika seseorang dengan sumber daya seperti James Van Der Beek pun tidak punya pilihan selain menggalang dana untuk pengobatan, jelas betapa tidak adilnya sistem perawatan kesehatan kami," tutur Stahl.

Pengakuan lain terkait mahalnya biaya pengobatan kanker di AS datang dari seorang seniman grafis di Tennessee, Michael Short. Ia menceritakan saudara perempuannya terpaksa menyatakan kebangkrutan karena utang medis untuk perawatan kanker endometrium dan kanker lainnya, kendati memiliki asuransi. "Biaya pengobatan kanker ini mencapai ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan. Harga obat-obatan dan perawatan ini sangat tinggi," ujar Short.