Dampak Negatif Membandingkan Anak dalam Keluarga
Sumber Foto: Parapuan
Lifestyle

Dampak Negatif Membandingkan Anak dalam Keluarga

Anak yang dibandingkan dengan saudaranya saat kumpul bersama keluarga. JackF

Parapuan.co - Kawan Puan, bulan puasa sering menjadi momen hangat untuk berkumpul bersama keluarga besar. Di tengah obrolan santai, tak jarang muncul kalimat perbandingan antar anak tanpa disadari.

Ucapan seperti “Kakaknya dulu juara kelas” atau “Sepupumu sudah kerja di tempat bagus” mungkin terdengar sepele. Namun bagi anak, kata-kata itu bisa membekas lebih dalam dari yang kita kira.

Dilansir dari Integrative Psych, membandingkan anak sering kali dilakukan dengan niat memotivasi. Sayangnya, dampak yang muncul justru bisa berpengaruh pada kesehatan emosional mereka, ini dampaknya yang perlu Kawan Puan pahami.

Merusak Harga Diri Anak

Ketika anak terus dibandingkan dengan saudara atau teman sebayanya, ia bisa merasa nilainya bergantung pada pencapaian. Anak pun mulai percaya bahwa dirinya harus selalu lebih baik dari orang lain agar diterima.

Perasaan ini dapat terbawa hingga dewasa. Dampaknya bisa memengaruhi hubungan, pilihan karier, hingga kesejahteraan mentalnya.

Menumbuhkan Rasa Tidak Mampu

Perbandingan juga membuat anak fokus pada kekurangannya. Alih-alih termotivasi, ia justru merasa takut gagal.

Anak bisa menjadi ragu mencoba hal baru. Anak akan khawatir tidak mampu memenuhi standar yang terus dibandingkan dengan orang lain.

Baca Juga: Mengapa Bermain Peran Penting dalam Tumbuh Kembang Buah Hati?

1

2

Komentar

Sumber: Integrative Psych

Penulis: Redaksi Parapuan

Editor: Arintha Widya

Tag

membandingkan anak dengan anak lain

emosional anak

membandingkan anak

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Kirim

Artikel Terkait

Tak Hanya Faktor Genetik, Ini Cara Melatih IQ Anak Sejak Dini

Kawan Puan, Ini Waktu yang Sebaiknya Dihindari Saat Memarahi Anak

10 Rekomendasi Nama Bayi Perempuan Kembar yang Estetik dan Kekinian

Tumbuh Kembang Buah Hati Lebih Optimal dengan Popok Tipis, Mengapa?

Latest

Trending Topic

Ibu Alami Bayinya Nyaris Tertukar, Pertanyakan Layanan Rumah Sakit

10 April 2026

Beauty

Saatnya Beralih dari Catokan, Cara Baru Rambut Lurus Lebih Sehat

10 April 2026

Entertainment

Jessica Iskandar Diduga Alami Hepatitis A, Waspadai dari Makanan

10 April 2026

Fitness

Women's 10K Hadir di April 2026, Dorong Anti Intimidasi bagi Pemula

10 April 2026

Health

Dokter Tekankan Herd Immunity untuk Memutus Penyebaran Campak

10 April 2026