China Perkuat Jaringan 5G dan Mulai Kembangkan Teknologi 6G
JAKARTA – China berencana meningkatkan sumber dayanya untuk memajukan pembangunan jaringan 5G. Negara tersebut juga ingin memperluas penerapan 5G di berbagai sektor.
Pada saat yang bersamaan, China juga mulai mengembangkan jaringan 6G. Negara yang terletak di Asia Timur itu telah memulai penelitiannya dalam mengembangan jaringan 6G. Dengan begitu, China bisa jadi yang terdepan dalam mengadopsi 6G.
Zhao Ce, Wakil Kepala Departemen Pengembangan Informasi dan Telekomunikasi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, menjelaskan bahwa pengembangan jaringan 6G sangat penting saat ini. Terlebih lagi, jaringan 5G mereka sudah cukup kuat.
"China telah membangun jaringan 5G terbesar di dunia dengan teknologi tercanggih. Jumlah stasiun pangkalan 5G di negara itu telah melampaui 2,64 juta pada akhir Maret tahun ini," kata Zhao Ce di acara KTT Digital China Ke-6, melansir dari China Daily pada Kamis, 6 November.
Hingga saat ini, China telah menerapkan teknologi nirkabel 5G-nya di 52 dari 97 kategori ekonomi utama negara tersbut. Penerapannya kini tengah diperluas ke skala yang lebih besar, seperti ke sektor pertambangan, pelabuhan, dan kelistrikan.
Sementara itu, untuk fokus pada pengembangan jaringan 6G, China telah membentuk Grup Promosi IMT-2030 (6G). Platform ini akan dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempromosikan 6G dan kolaborasi nternasional.
Zhang Wang, wakil kepala biro pengembangan informatisasi Administrasi Dunia Maya China, menekankan pentingnya peran 5G sebagai fondasi. Ia mengatakan, upaya eksplorasi skenario aplikasi 5G harus ditingkatkan untuk mendukung kecerdasan buatan, data besar, dan transformasi industri.
Cui Chunfeng, Presiden China Mobile Research Institute, menjelaskan bahwa penelitian 6G masih dalam tahap awal di seluruh dunia. Menurutnya, teknologi ini akan, 'terintegrasi dengan telekomunikasi, persepsi, cloud, Kecerdasan Buatan (AI), data besar, dan keamanan'.
Meskipun definisi 6G belum ada secara universal, teknologi ini diprediksi akan menawarkan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingan 5G. Selain itu, latensinya diyakini akan jauh lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya.




