Atlet Peraih Medali Emas Hanya Dapat Rp10 Juta, Pemkot Pasuruan Dikecam
Olahraga

Atlet Peraih Medali Emas Hanya Dapat Rp10 Juta, Pemkot Pasuruan Dikecam

Nalar Media - HARIAN DISWAY, PASURUAN - Acara penyerahan penghargaan (reward) yang digelar Pemerintah Kota PASURUAN kepada atlet - atlet yang menyumbangkan medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim berakhir penuh hujatan. Pasalnya, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) setempat tidak merealisasikan janji reward sesuai dengan alasan adanya keterbatasan anggaran.

Sejumlah pelatih cabang olahraga (cabor) pun mewanti-wanti Pemkot Pasuruan untuk tidak lagi berharap agar atlet berprestasi tersebut akan menetap membela Kota Pasuruan.

Total anggaran yang dikucurkan untuk penghargaan kepada para atlet sekitar Rp301.250.000. Untuk kategori perorangan, peraih medali emas mendapatkan Rp10 juta, perak Rp7,5 juta, dan perunggu sebesar Rp5 juta. Sebanyak 217 atlet dan 42 pelatih menerima reward tersebut. Angka yang diterima dari jerih payah atlet dan pelatih itu ternyata jauh dari nominal yang dijanjikan.

Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Pasuruan Frenky Sutedjo menilai, pengurangan reward atlet dan pelatih tersebut terlalu parah. Frengky menyebutkan, atlet dari Kota Pasuruan harus menerima penurunan nominal penghargaan.

Ia mencontohkan dari seharusnya Rp30 juta untuk medali emas, kini menjadi Rp10 juta atau dikepras sekitar 70 persen dengan alasan efisiensi anggaran.

"Saya tahu ada efisiensi, kami paham. Tapi, jangan ekstrem. Daerah lain juga turun, tapi tidak separah di sini." ujarnya.

Para atlet dan pelatih pun membuang papan reward setelah acara digelar sebegai bentuk protes keras. Frenky mengingatkan bahwa ke depan Pemkot Pasuruan jangan banyak berharap ada atlet-atlet dan pelatih berprestasi yang tetap bertahan. Banyak atlet yang kemudian memilih pindah membela daerah lain karena perhatian pemdanya dinilai lebih realistis.

"Pertina, wushu sanda, IBCA MMA, sebanyak tiga kali Porprov. Kami jadi penyumbang medali terbanyak dan poin tertinggi di Kota Pasuruan. Tapi, perhatian kepada kami sangat minim," ungkapnya.

"Jika pihak terkait, termasuk Pemkot Pasuruan, tetap tidak memberikan ketegasan atas masalah-masalah para cabor, maka sangat mungkin jumlah atlet bertalenta di Kota Pasuruan makin berkurang," lanjut Frenky.

You can share this post!