Nalar Media - PASURUAN, KOMPAS.com - Video aksi protes sejumlah atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 asal Kota Pasuruan, mendadak viral pada Jumat (27/2/2026).
Mereka protes karena kecewa bonus yang diberikan Pemerintah Kota Pasuruan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Mereka protes dengan menginjak-injak plakat besaran bonus di halaman gedung Gradika yang berlokasi di Rumah Dinas Wali Kota Pasuruan.
Momen itu terekam dalam video berdurasi 1 menit 13 detik yang viral di media sosial.
Lengkap dengan seragam berlogo Pemkot dan KONI Kota Pasuruan, mereka berjoget sambil menaruh plakat bonus di lantai, kemudian menginjaknya.
Sistem Daring Penerimaan Siswa di Jabar Kacau, 78.000 Anak Tak Bisa Sekolah Negeri
Artikel Kompas.id
Aksi tersebut dilakukan setelah mengetahui bonus yang diterima dari Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo pada Rabu (25/2/2026), turun drastis dari bonus Porprov sebelumnya.
Sebelumnya, pada Porprov Jatim VIII 2023, Pemkot Pasuruan memberikan bonus pada atlet peraih emas sebesar Rp 30 juta, medali perak Rp 20 juta dan medali perunggu Rp10 juta.
Namun, di Porprov IX Jatim 2025, nominalnya turun drastis menjadi Rp 10 juta untuk medali emas, Rp 7,5 juta untuk medali perak dan Rp 5 juta untuk medali perunggu.
“Iya, kami kecewa. Dan kekecewaan ini bukan kecil. Karena yang kami terima hari ini sangat jauh dari yang dijanjikan kepada kami sebelum bertanding," kata Robiatul Adawiyah, atlet wushu peraih emas, Jumat (27/2/2026).
Lebih lanjut, ia masih kecewa terhadap Pemkot Pasuruan yang tidak konsisten terhadap janji yang disampaikan saat pemberangkatan Porprov ke IX di Malang pada bulan Juli 2025 lalu.
"Janji itu disampaikan untuk memotivasi kami guna meyakinkan bahwa perjuangan kami dihargai. Tapi realitanya justru sebaliknya,” tegasnya.
Sekretaris IBC MMA Kota Pasuruan, Frenky Sutejo, memahami kekecewaan para atlet itu. Apalagi, persiapan untuk mengikuti Porprov Jatim itu dilakukan secara mandiri.
Pada Porprov di Malang itu, cabor wushu meraih 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
"Selama ini kami termasuk pendulang medali terbanyak selama empat kali Porprov dan menjadi salah satu cabor terbaik di Kota Pasuruan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, mayoritas atlet wushu juga berasal dari kalangan menengah ke bawah dan tidak pernah membebani atlet dengan biaya tambahan.
"Semua kami biayai. Anggaran dari KONI tidak cukup. Makanya anak-anak dan pelatih kecewa terhadap pemerintah,” tegasnya.
Berdasarkan catatan KONI Kota Pasuruan, torehan prestasi Kota Pasuruan di ajang Porprov Jawa Timur IX Tahun 2025 sebanyak 36 medali. Terdiri terdiri dari 6 emas, 7 perak, dan 23 perunggu.