AS Ancaman Serangan ke Iran Usai Latihan Militer Bersama Rusia dan Cina
Sumber Foto: Tirto.id
Internasional

AS Ancaman Serangan ke Iran Usai Latihan Militer Bersama Rusia dan Cina

tirto.id - Amerika Serikat (AS) kembali ancam serang Iran ketika negara teokrasi itu umumkan latihan militer bersama Rusia dan Cina di Selat Hormuz. Ketiga negara tersebut dilaporkan akan melakukan latihan gabungan angkatan laut.

Seturut Al Jazeera, ancaman AS ke Iran itu termuat dalam unggahan sosial media Presiden AS Donald Trump. Dalam unggahannya pada Rabu (18/2/2026), Trump menyebut kemungkinan menggunakan pangkalan Diego Garcia di Samudera Hindia untuk menyerang Iran.

"Jika Iran memutuskan untuk tidak membuat kesepakatan, mungkin perlu bagi Amerika Serikat untuk menggunakan Diego Garcia... untuk memberantas potensi serangan oleh rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya," tulis Trump di Truth Social miliknya.

Ancaman tersebut diutarakan Trump pasca dilakukannya perundingan kedua antara Iran dan AS terkait nuklir pada Selasa (17/2). Perundingan itu berlangsung di Jenewa dan diapresiasi meski belum menghasilkan kesepakatan yang substantif.

Sementara itu, latihan militer bersama antara Iran dan Rusia telah dikonfirmasi kedua belah pihak. Otoritas Iran juga telah mengeluarkan pemberitahuan kepada penerbang tentang akan adanya peluncuran roket di Iran bagian selatan.

Pihak Iran menyebut latihan ini sebagai "pesan perdamaian dan persahabatan kepada negara-negara kawasan". Menurut Teheran, latihan ini berguna untuk mencegah tindakan sepihak dan meningkatkan koordinasi terhadap ancaman di kawasan.

Menlu AS Segera ke Israel Bahas Iran

Di tengah upaya perundingan dan eskalasi ancaman serangan antara AS dan Iran, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan berkunjung ke Israel pada akhir Februari ini.

Menurut seorang sumber anonim Reuters, Rubio dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 28 Februari nanti. Iran disebut akan jadi topik utama pertemuan keduanya.

Sebelumnya, Teheran telah menuduh bahwa Israel mencoba ikut terlibat dan memasukkan kepentingannya dalam upaya perundingan Iran dan AS. Hal ini sebagaimana disebutkan kepala keamanan Iran Ali Larijani pada 11 Februari lalu.

"Israel telah ikut campur dalam proses ini, dengan niat mereka untuk merusak dan menyabotase negosiasi," katanya.

Jelang pertemuan Rubio dan Netanyahu, lembaga penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan bahwa Israel tengah mempersiapkan kemungkinan Washington memberi lampu hijau untuk menyerang sistem rudal balistik Iran.

Peneliti Stimson Center, Barbara Slavin, menyebut bahwa potensi serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel masih tinggi. Menurutnya, eskalasi konflik tersebut dapat meningkat dalam waktu dekat.

"Apa tujuannya, kita belum tahu. Bisakah hal ini diatasi? Akankah pihak lain tertarik [terlibat]? Ini semua adalah pertanyaan yang sangat penting, dan kami belum punya jawabannya," katanya.