Analis Rusia: Hegemoni AS Menghadapi Tantangan di Venezuela dan Global South
Dalam wawancara dengan IRNA pada Selasa, Boris Rozhin dari Pusat Jurnalisme Militer dan Politik Rusia menyatakan tindakan seperti penculikan presiden Venezuela menandakan Washington memasuki periode kemunduran hegemonik.
Ia berpendapat ketahanan pemerintah Venezuela bergantung pada kemampuan gerakan Chavista menjaga kohesi militer-politik, mempertahankan dukungan rakyat, serta mencegah skenario revolusi warna yang bertujuan menciptakan destabilisasi dan perpecahan elite.
Rozhin menambahkan bahkan kemungkinan lengsernya Presiden Nicolas Maduro tidak serta-merta memutus kesinambungan kekuasaan, seraya menunjuk pada transisi terencana dan pelantikan Delcy Rodriguez sebagai bukti kegagalan upaya penggulingan cepat terhadap kepemimpinan kiri Venezuela.
Ia menekankan tekanan Amerika Serikat tidak hanya ditujukan kepada Venezuela, tetapi juga China, Rusia, Iran, dan Kuba sebagai bagian dari strategi berlapis untuk membendung negara-negara penentang dominasi Amerika.
Menurutnya, perjuangan kedaulatan Venezuela penting bukan hanya bagi negara tersebut, tetapi juga bagi Global South dan negara-negara utama BRICS sebagai bagian dari tatanan dunia baru yang sedang muncul.
Rozhin menambahkan ancaman Amerika Serikat semakin tidak efektif karena banyak negara tidak lagi gentar terhadap taktik tersebut. Ia juga mengkritik Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai lembaga yang sebagian besar tidak efektif karena kurang memiliki kekuatan penegakan nyata.




