160 Petinju Amatir Ikuti Kejuaraan Tinju 'Boxing on The Street' di Manado
Sumber Foto: BeritaManado.com
Olahraga

160 Petinju Amatir Ikuti Kejuaraan Tinju 'Boxing on The Street' di Manado

Manado,BeritaManado.com – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulawesi Utara mendukung penuh pelaksanaan kegiatan kejuaraan tinju “Boxing on the street” yang digelar sebagai ajang pencarian bibit-bibit atlet muda potensial di daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan 16-17 Februari 2026 di God Bless Park, Kota Manado tersebut, terpantau menyedot animo ratusan warga.

Dirbinmas Polda Sulut Kombes Pol Alexander Panelewen menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan muncul atas inisiatif pribadi, melainkan hasil diskusi bersama para pegiat dan komunitas tinju yang turut mendorong terlaksananya event tersebut.

“Kegiatan ini terlaksana bukan karena ide saya sendiri, tapi karena dorongan para aktivis tinju yang berdiskusi dengan kami. Saya melihat ini kegiatan yang sangat positif untuk mencari bibit-bibit baru atlet tinju,” ujar Dirbinmas.

Kejuaraan ini mendapat dukungan langsung dari Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Langie, selama pelaksanaannya bertujuan untuk kebaikan dan pembinaan generasi muda.

“Bapak Kapolda sangat mendukung dan memberi izin. Kalau tujuannya untuk kebaikan, sebagai kepolisian kita harus mendukung,” tambahnya.

Digelar Selama Dua Hari, Diikuti Ratusan Petinju

Rencananya, kegiatan tinju ini akan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 19 sasana dengan jumlah peserta 160 petinju amatir dari kelas anak-anak hingga dewasa.

Besarnya animo masyarakat sehingga panitia menyebutkan ada beberapa pendaftar yang belum bisa dipertandingkan karena belum menemukan lawan sesuai kelas berat badan, mengingat regulasi pertandingan mengikuti ketentuan dari Pertina.

“Kelas yang dipertandingkan mengikuti berat badan. Banyak juga yang sudah mendaftar tapi belum menemukan lawan,” jelas Dirbinmas.

Terbuka untuk Petinju Kampung yang Punya Nyali

Menariknya, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi anak-anak muda dan jago kampung yang dikenal dengan istilah “peks-peks” di kampung untuk ikut serta dan dibina secara profesional.

“Kami sudah menawarkan sejak tiga minggu sebelum pelaksanaan, kalau ada yang jago di kampung silakan datang. Kalau mau, kita latih,” katanya.

Berpotensi Digelar di Kabupaten dan Kota Lain

Peserta kejuaraan ini tidak hanya berasal dari Manado, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Sulawesi Utara, bahkan ada yang datang dari Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Ke depan, panitia membuka peluang agar kegiatan serupa bisa digelar di kabupaten dan kota lainnya, tidak hanya terpusat di Manado.

“Nanti kita diskusi lagi, apakah dilaksanakan di Manado atau di kota dan kabupaten lain,” ujarnya.

Harapan Lahir Atlet Baru untuk PON Sulut

Melalui ajang ini, diharapkan Sulawesi Utara dapat menemukan petinju-petinju muda berbakat yang nantinya bisa dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Harapannya kita menemukan bibit-bibit baru, sehingga ke depan untuk memilih petinju Sulawesi Utara tidak pusing lagi karena sudah banyak atlet yang lahir,” pungkasnya.