Produksi Ikan Mas Turun, KKP Fokus Tingkatkan Komoditas Perikanan Lain
Jakarta – Produksi ikan mas di Indonesia mengalami penurunan sebesar 4,11 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyoroti penurunan ini di tengah tren positif peningkatan produksi komoditas perikanan budidaya lainnya.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menyatakan curah hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab penurunan produksi ikan mas.
“Ikan mas menjadi catatan penting,” kata Haeru dalam konferensi pers daring, Kamis (19/2/2026).
Data KKP mencatat produksi ikan mas pada Januari 2026 sebesar 70.844 ton, kemudian turun menjadi 68.850 ton pada Februari, dan diperkirakan terus menyusut hingga 65.130 ton pada Maret.
Meski demikian, komoditas perikanan budidaya lain seperti ikan nila, kerapu, lele, dan udang justru mencatatkan peningkatan produksi.
Secara keseluruhan, pertumbuhan produksi perikanan budidaya meningkat 19,09 persen selama Januari-Maret 2026.
Kerapu, misalnya, mengalami peningkatan rata-rata 11,32 persen sepanjang Januari-Maret 2026. Produksi kerapu diperkirakan mencapai 2.056 ton pada Maret 2026.
Ikan nila mencatat produksi tertinggi di antara komoditas perikanan budidaya. Produksi nila pada Januari 2026 mencapai 142.264 ton, naik menjadi 169.673 ton pada Februari, dan diperkirakan terus meningkat hingga 171.748 ton pada Maret.
Dengan peningkatan produksi komoditas perikanan lainnya, Haeru optimistis kebutuhan masyarakat akan produk perikanan selama Ramadan hingga Lebaran dapat terpenuhi.




