PERTINA Wonosobo Dorong Potensi Tinju Lewat Pembinaan Atlet Sejak Dini
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.ID – Dunia tinju Kabupaten Wonosobo resmi memasuki babak baru. Pelantikan pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Wonosobo periode 2026-2030 menjadi momentum besar untuk mengubah persepsi publik, dari sekadar "adu nyali" di jalanan menjadi prestasi di atas ring. Pelantikannya sudah dilakukan belum lama ini.
Ketua PERTINA Wonosobo terpilih, Mantep Abdul Ghoni, menegaskan agenda utamanya adalah melakukan "jemput bola" bibit atlet hingga ke akar rumput. Ia menilai Wonosobo memiliki modal dasar yang kuat, yakni keberanian warganya.
“Dari dulu, sejak saya kecil, Wonosobo dikenal ‘tukang gelut’. Artinya nyalinya sudah ada, tinggal bagaimana diarahkan. Ini kan adu nyali yang aman,” ujar Mantep kemarin.
Untuk mewujudkan visi tersebut, PERTINA Wonosobo akan berkoordinasi erat dengan Pengprov PERTINA Jawa Tengah, terutama terkait standarisasi usia dini. Pihaknya ingin memastikan bahwa potensi besar pemuda Wonosobo tidak tersalurkan ke arah yang salah atau berisiko.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menekankan bahwa mencetak juara tidak bisa dilakukan secara instan. Dengan modal 265 desa dan kelurahan, pengurus baru diminta aktif turun ke sekolah-sekolah.
“Atlet itu harus dimulai dari bawah, tidak bisa mengambil dari atas. Kalau sudah dewasa langsung bertanding, itu berisiko. Harus dari bawah agar aman dan berkelanjutan,” pintanya
Kebangkitan tinju Wonosobo bukan sekadar isapan jempol. Ketua Umum Pengprov PERTINA Jawa Tengah, Kairul Anwar, memberikan apresiasi tinggi karena saat ini sudah ada lima atlet Wonosobo yang berhasil lolos ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah
“Era kebangkitan Wonosobo ini sudah terlihat. Harapannya nanti di Porprov sekitar bulan Oktober, lima atlet ini bisa ‘bertelur’ alias membawa pulang medali emas,” katanya




